Oplus_131072
Nasional

Buntut Saham IHSG Terkoreksi Tajam, Rp2.550 T Lenyap dan Dirut BEI Mundur

Baswara Times, Jakarta – Buntut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tajam dua hari lalu menyebabkan pasar modar kehilangan sekitar Rp2.550 triliun dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Imam Rachman mengundurkan diri.

Penurunan indeks yang mencapai 15 persen dalam pekan ini terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Iman Rachman dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung BEI, Jakarta, pada Jumat, 30 Januari 2026, mengatakan pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal yang bergejolak dalam dua hari terakhir.

“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik,” kata dia.

Iman menambahkan keputusan tersebut diambil secara sadar sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan di tengah tekanan pasar. Untuk penggantian kepemimpinan, dia memastikan akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Pengunduran diri Iman berdampak positif terhadap pergerakan IHSG. Indeks dibuka naik 1,06% ke level 8.319,15. Setelah 15 menit perdagangan, IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 170,57 poin atau 2,07% ke level 8.402,77.

Sebanyak 555 saham naik, 112 turun, dan 291 belum bergerak. Nilai transaksi pada Jumat pagi mencapai Rp 4,98 triliun, melibatkan 6,49 miliar saham dalam 465.800 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terangkat menjadi Rp15.205 triliun. (Roy Dz)