Madina

Butuh 60 Tahun untuk Perbaiki Jalan Rusak di Madina

Baswara Times, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengatakan setidaknya butuh 60 tahun untuk membangun seluruh jalan rusak yang ada di kabupaten ini apabila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti sekarang.

Hal tersebut disampaikan Saipullah usai mengikuti salat Tarawih dalam rangka Safari Ramadan Pemkab Madina di Masjid Jamik Darussalam, Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Dia memaparkan, dari 1.800 kilometer total panjang jalan di kabupaten ini hanya 600 kilometer yang dalam kondisi baik. “Semasa masih anggaran cukup, itu pemerintah bisa membangun jalan setiap tahun kurang lebih 20 kilometer. Masa pemerintahan kepala daerah sekitar lima tahun, berarti memerlukan waktu kurang lebih 60 tahun baru bisa dibangun,” kata dia.

Maka dari itu, Pemkab Madina terus berupaya maksimal agar bisa menggiring anggaran dari pusat untuk percepatan pembangunan jalan dan infrastruktur lain. “Tentu kami tetap semangat, secara maksimal berusaha menjemput rezeki ke pusat sana agar bisa kita mempercepat pembangunan di Madina ini,” kata dia.

Bupati melanjutkan, bencana alam yang terjadi pada November 2025 berdampak pada banyak hal, termasuk ribuan hektare sawah yang gagal panen. Namun, dia melihat musibah tersebut menjadi peluang tersendiri untuk mempercepat pembangunan.

“Banjir kemarin menambah rusaknya jalan dan itu masuk di dalam tanggap darurat, kami sudah mengusulkan jalan-jalan tersebut, mudah-mudahan pusat akan memperbaikinya,” harap dia.

Saipullah juga meminta doa masyarakat agar setiap usulan yang disampaikan kepada pemerintah pusat, utamanya pembangunan pasca-bencana mendapat persetujuan dan terealisasi dengan cepat.

Di sisi lain, Saipullah tak hanya ikut Tarawih, dia juga didaulat sebagai imam saat salat Isya. Usai menyampaikan arahan kepada masyarakat yang hadir, giat ini ditutup dengan penyantunan 110 anak yatim dan piatu serta penyerahan wakaf kepada ketua BKM Masjid Jamik Darussalam.

Bupati mengatakan Safari Ramadan yang diselenggarakan Pemkab Madina bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta melihat langsung pelaksanaan ibadah Ramadan di desa/kelurahan yang dikunjungi. (Roy Dz)