Oplus_131072
Madina

Erwin Sebut Tak Mau Lagi Berkiprah di Daerah, Minta Izin Atika

Baswara Times, Panyabungan – Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengaku tak mau lagi berkiprah di daerah untuk legislatif periode berikutnya. Dia berharap keputusan itu mendapat izin dari Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.

Hal itu terungkap saat Erwin menyampaikan kata sambutan dalam acara Pisah Sambut Kapolres Madina di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, pada Senin malam, 12 Desember 2026.

​”Saya sudah ketua DPRD dua periode, insyaallah, dan tidak akan tiga periode karena saya sudah tidak lagi mau untuk di daerah. Mudah-mudahan Bu Wakil membolehkan saya pindah dari Mandailing Natal,” kata dia.

Keputusan itu, lanjut Erwin akan membuka peluang bagi Khoiruddin Faslah Siregar untuk lolos ke gedung rakyat Madina setelah gagal dalam empat kesempatan terakhir. “Karena tadi Tulang Faslah bilang sudah empat kali ikut tapi tidak masuk, tahun depan Anda akan masuk,” sebut dia.

Sebelumnya, Faslah mengaku tak layak mengemban sebutan tokoh masyarakat Madina saat menyampaikan kata sambutan. Salah satu sebabnya adalah dalam empat pemilihan legislatif terakhir dia tak pernah menang. “Tapi, saya empat kali memenangkan kepala daerah,” kata dia.

Atika Azmi tak menanggapi secara eksplisit pernyataan Ketua DPRD Madina itu. Namun, dia justru mengajak Faslah bergabung dengan Partai Gerindra. ​”Tadi kalau Pak Ketua Faslah sampaikan, ini mohon izin saya tarik sedikit ke politik, mungkin kalau ke Gerindra bisalah Pak Ketua, ya,” kata Atika.

Meski demikian dia tidak terlalu yakin Faslah akan mengikuti ajakan tersebut. Sebab, sosok Faslah telah dikenal sebagai kader tulen dan ulet Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Tapi saya tidak tahu, darahnya ini terlalu hijau. Jadi, terima kasih tadi atas nama pemerintah mewakili tokoh masyarakat,” sebut Atika.

Sebelumnya, Faslah mengaku tak akan ambil bagian dalam pemilihan calon ketua DPC PKB Madina pada musyawarah cabang yang berlangsung tahun ini. Dia merasa kepemimpinannya selama empat periode sudah cukup dan saatnya memberikan estafet nakhoda partai kepada kader yang lebih muda. (Roy Dz)