Oplus_131072
Madina

Penyelamatan Anak-Anak dari Kecanduan Gawai Terus Berjalan di Tambangan

Baswara Times, Tambangan – Penyelamatan anak-anak dari kecanduan bermain gawai dengan metode pengenalan permainan tradisional yang dibungkus dalam tagline Marmayam Keta Marhape Emma Jolo terus berjalan di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Program yang dicanangkan sejak tiga tahun lalu dan dirilis pada Juni 2024 ini rutin dilaksanakan setiap pemerintahan desa pada Minggu pagi. Antusiasme anak-anak juga tinggi dibuktikan dengan kehadiran mengikuti giat ini setiap pekannya.

Program yang awalnya sebatas pengenalan permainan leluhur ini terus dikembangkan sehingga kian menarik. Kini, anak-anak juga bisa mengikuti senam sehat dan mendapat makanan tambahan bergizi yang mengedepankan murah, sehat, dan bahannya berada di sekitar masyarakat.

Biaya kegiatan yang sepenuhnya dari Dana Desa (DD) ini juga menyasar lansia. Para lansia turut mengikuti senam sehat dan mendapatkan makanan tambahan. Selain itu, program baik ini mendapat dukungan penuh dari Forkopimcam dan tokoh masyarakat.

Seperti pada Minggu, 23 November 2025, anak-anak di berbagai desa yang ada di Kecamatan Tambangan terlihat memainkan permainan tradisional dan mewarnai.

Kepala desa Tambangan Tonga Syamsul Bahri Nasution mengatakan, membenarkan program yang dikenal dengan Wisata Permainan Leluhur (Witapermainur) ini berlangsung setiap Minggu pagi. “Semua anak anak diikutkan dalam kegiatan ini. Mereka cukup senang dan gembira mengikuti kegiatan ini,” kata dia.

Camat Tambangan Enda Mora Lubis berterima kasih kepada perangkat desa di kecamatan tersebut tetap mendukung pelaksanaan Witapermainur secara rutin.

“Mudah-mudahan program yang didasari niat baik untuk menyelamatkan anak-anak dari kecanduan gawai dan menumbuhkan sikap bersosial anak-anak ini bermanfaat bagi mereka,” harap Enda. (Roy Dz)