PMII Soroti Kondisi Sosial dan Lingkungan di Riau, Desak Kapolda Mundur
Baswara Times, Panyabungan – PC PMII Kota Pekanbaru menyoroti sejumlah persoalan sosial dan lingkungan di Provinsi Riau yang belakangan menjadi perhatian masyarakat luas, termasuk penemuan gajah mati tanpa kepala di konsesi PT RAPP.
Muhammad Arsyad, ketua PC PMII Kota Pekanbaru, mengatakan selain kasus kematian gajah itu, belakangan ini banyak kasus kekerasan yang terjadi di Riau dan bahkan ada yang sampai menimbulkan korban jiwa.
Dia pun merasa prihatin atas kondisi tersebut. “Situasi ini merupakan sinyal serius adanya persoalan mendasar dalam tata kelola keamanan dan pengawasan di Provinsi Riau,” kata dia pada Minggu, 15 Februari 2026.
Dia menekankan, ragam peristiwa itu harus dilihat secara komprehensif dari sektor pengamanan dan penegakan hukum. Arsyad menilai, konsep green policing yang digaungkan selama ini belum terimplementasi dengan baik.
“Banyaknya persoalan yang berulang menunjukkan lemahnya langkah pencegahan, minimnya antisipasi, serta belum maksimalnya implementasi kebijakan yang selama ini digaungkan, termasuk konsep Green Policing,” papar dia.
Lebih lanjut, Arsyad menuturkan, berulangnya kasus-kasus serupa, termasuk kematian satwa dilindungi, berimplikasi pada turunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum, utamanya polisi.
“Situasi ini membutuhkan langkah besar dan evaluasi serius agar rasa aman masyarakat dapat dipulihkan,” ujar dia.
Melihat kenyataan dan fakta-fakta yang ada, Arsyad pun mendesak kapolda Riau untuk legawa meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab.
“Kami juga mendesak Kapolri agar segera mencopot Kapolda Riau sebagai langkah konkret untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab keresahan publik,” tegas dia.
Ketua PMII Pekanbaru ini menegaskan, kritik yanh disampaikan bukan tendensius pribadi. Melainkan, desakan dan gerakan moral mahasiswa atas kondisi saat ini.
“Ketika situasi tidak kunjung membaik, maka pergantian kepemimpinan menjadi langkah yang wajar demi memulihkan kepercayaan masyarakat,” tambah Arsyad.
Dalam waktu dekat, kata dia, PMII akan berunjuk rasa di depan Kantor Mapolda Riau untuk menyampaikan aspirasi dengan fokus tuntutan evaluasi total terhadap kepemimpinan serta penanganan berbagai persoalan keamanan dan lingkungan di wilayah Riau.
Di akhir pernyataannya, Arsyad meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah, tapi tidak berhenti untuk bersuara dan mengawal agar penegakan hukum berlangsung transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat. (Roy Dz)


