Tepsun: Lopo Suasana Jepang di Padang Laru Resmi Dibuka
Baswara Times, Panyabungan Timur – Lopo Tepsun menghadirkan suasana Jepang di pinggir Aek Pohon, tepatnya di Desa Padang Laru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), resmi dibuka.
Lopo, tempat minum kopi tradisional di Mandailing, milik Dodi Martua ini menawarkan suasana yang tenang, jauh dari kebisingan kota, dipadukan dengan keindahan alam dan aliran sungai yang menenangkan. Tempat ini pun menjadi pilihan tepat bagi keluarga di akhir pekan.
Tak hanya menawarkan tempat yang nyaman dan jauh dari kebisingan, Dodi membuat konsep jejepangan dengan menanam ratusan pohon tabebuya, tanaman asal Brasil yang mirip bunga Sakura. Sebagai info tambahan, indahnya taman tabebuya di Magelang mendapat julukan “Sakura Indonesia”.
“Dalam satu tahun-dua tahun depan ke depan ini, mungkin di sini akan berwarna-warni bunga seperti suasana di Korea dan di Jepang,” kata Dodi dalam sambutannya saat peresmian lopo tersebut pada Selasa, 10 Februari 2026.
Lopo Tepsun juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin “hilang sekejap” dari penatnya kota dan tekanan di tempat kerja. Alam yang asri dipadukan dengan Kopi Mandailing yang diseduh secara profesional akan mengembalikan mood dan semangat. Tenang, kopi di sini harganya terjangkau, kok. “Kami akan sodorkan harga yang terjangkau untuk semua kalangan,” sebut Dodi.
Konsep yang ditawarkan cocok bagi semua pelanggan, mulai dari remaja, dewasa, sampai yang sudah berkeluarga. Anak muda yang gemar mengisi Instagram feeds bisa menikmati sajian makanan dan minuman di rooftop. Pemiliknya juga menyajikan beberapa spot foto, termasuk convex mirror (cermin cembung).
Bagi yang berkeluarga bisa memilih tempat lesehan yang berada di pinggir Aek Pohon. Anak-anak yang bermain dan mandi di sungai terbuka tetap terpantau sembari menikmati seduhan Kopi Mandailing. Ragam makanan pun tersedia dan cocok untuk semua kalangan.
Mode bangunan yang memadukan sentuhan minimalis dan modern menjadi daya pikat tersendiri. Selain itu, tersedia juga ruang ekspresi bagi pengunjung yang hendak menyumbangkan suara emas. Lopo ini benar-benar dikonsep ramah pelayanan, fasilitas lengkap, dan tentunya ramah di kantong.
Kehadiran Lopo Tepsun yang meninggalkan kesan gerai kopi hanya untuk kalangan menengah ke atas atau eksklusif mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Bupati Madina H. Saipullah Nasution menilai kehadiran Tepsun memberikan efek domino di sektor bisnis.
“Tentu berdampak kepada transportasi, berdampak kepada pertambahan permintaan bahan baku untuk jualan. Tentunya, ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Saipullah yang hadir dalam peresmian itu.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis menilai Lopo Tepsun akan menjadi pilihan rekreasi bagi masyarakat Panyabungan. Terlebih, menurut dia, tempat seperti ini dibutuhkan oleh masyarakat.
“Terima kasih kepada Pak Dodi Martua yang telah berani berinovasi untuk membuat satu tempat wisata, satu tempat rekreasi untuk keluarga, karena Mandailing Natal, khususnya Panyabungan, yang dibutuhkan adalah tempat seperti ini,” kata Erwin.
Jadi, kapan kamu berencana menyeruput Kopi Mandailing yang namanya masyhur di pasar internasional sembari menikmati asrinya alam Padang Laru? (Adv.)


