Baswara Times, Madina – Puluhan perwakilan keluarga jemaah umrah mendatangi kediaman pimpinan agen Travel Sultan Andalus Haramain (SAH) Cabang Madina, Ustaz Alwi Batubara, di depan Bank Mandiri, Jalan Willem Iskander, Panyabungan, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 22.50 WIB. Selain itu, mereka juga mendatangi rumah orangtua Ustaz Alwi, Dahler Batubara, di Jalan Bhakti ABRI, Panyabungan. Aksi ini merupakan buntut dari terlantarnya 30 jemaah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di hotel area transit Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Pihak keluarga hendak meminta pertanggungjawaban dan solusi atas kegagalan keberangkatan para jamaah ke Tanah Suci yang seharusnya dijadwalkan pada Selasa sore. Namun, pihak keluarga tidak mendapatkan jalan keluar dari orangtua Ustaz Alwi. Nomor telepon seluler Ustaz Alwi pun dalam keadaan tidak aktif dan tidak dapat dihubungi. Lantaran tidak ada solusi, pihak keluarga yang merasa menjadi korban dugaan penipuan berencana melaporkan masalah ini ke Polres Madina pada malam yang sama. Sebelumnya, jemaah umrah yang berasal dari berbagai wilayah seperti Linggabayu, Tabuyung, Muara Botung, Manambin, hingga Panyabungan ini diberangkatkan menggunakan bus dari Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Saat jadwal penerbangan tiba pada Selasa pukul 15.00 WIB, seluruh jemaah justru tertahan tanpa kepastian di penginapan, sementara barang bawaan mereka telah diangkut lebih dulu ke area bandara. Salah satu jemaah korban penelantaran, dr. Khairani, yang sehari-hari bertugas di RSUD Panyabungan, mengatakan seluruh jemaah telah memenuhi kewajiban administrasi. Hal ini termasuk penukaran mata uang asing kepada pengelola travel. “Kami ditelantarkan sebanyak 30 orang. Tas kami semua sudah diangkat ke bandara dan uang kami sudah ditukar Riyal, satu paketnya itu Rp2,5 juta kepada pemimpin travel. Ternyata sampai jam 4 sore kami tidak ada berangkat, dan owner-nya, Ustaz Alwi Batubara, melarikan diri, sampai sekarang tidak bisa dihubungi,” ungkap dr. Khairani. Kondisi jemaah di lokasi penampungan sementara saat ini semakin mengkhawatirkan akibat tekanan mental serta kelelahan, ditambah kerugian materiil serta beban moral terhadap keluarga di kampung halaman yang telah melepas keberangkatan mereka. Menurut dr. Khairani, beberapa lansia dalam rombongan mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan akibat situasi terkatung-katung tanpa kejelasan tersebut. “Ada beberapa jemaah umrah yang lansia, ada yang sudah mulai sakit, ada yang sudah menangis, ada yang sudah mulai demam, ada yang sudah tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan. Kami terlunta-lunta di sini di hotel, kami bingung. Mudah-mudahan ada jalan keluar,” tambah dia. Hingga berita ini ditayangkan, jemaah bertahan di penginapan sekitar Bandara Kualanamu sembari menanti tindakan tegas dari pihak berwenang serta solusi atas keberangkatan ibadah mereka. Upaya konfirmasi redaksi kepada pemilik Travel Sultan Andalus Haramain, Ustaz Alwi Batubara, belum membuahkan hasil karena nomor teleponnya tidak aktif. (*) Navigasi pos Keluarga Veteran di Tambangan Terima Piagam Penghargaan dan Tali Asih dari Pemkab Madina