Baswara Times, Madina – Puluhan korban dugaan penipuan oleh pimpinan agen travel umrah Sultan Andalus Haramain mendatangi Mapolres Mandailing Natal (Madina) guna mempertanyakan perkembangan kasus tersebut pada Kamis, 27 Agustus 2026. Mereka juga mendesak penegak hukum untuk segera mengusut para terduga pelaku dan memastikan nasib uang yang mereka telah setorkan kepada AAB, direktur CV Sultan Andalus Haramain. Khadijah, salah satu korban, menjelaskan, kedatangan mereka ke Mapolres Madina guna meminta kepastian hukum kasus yang saat ini baru pada tahap pemeriksaan awal. Dia menyampaikan, jemaah yang sempat telantar di Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang, berharap pihak kepolisian bergerak cepat menuntaskan perkara tersebut. “Kami berharap, semua uang kami dikembalikan atau kami bisa siberangkatkan ke Tanah Suci,” kata Khadijah di sela-sela aksi permintaan kejelasan penanganan perkara itu. Senada dengan itu, Misbah Nasution merasa bahwa penanganan kasus yang menimpa dirinya dan puluhan korban lain berjalan lambat. Dia mengaku menangkap sejumlah kejanggalan sebelum insiden penelantaran terjadi. “Kalau urusan kami ini tuntas, kami, semua jemaah, akan memberi cap jempol kepada kepolisian,” kata dia. Tak hanya fokus pada penanganan hukum, para korban juga mencoba cara lain, yakni kekeluargaan. Seluruh jemaah berinisiatif menemui keluarga pemilik travel untuk meminta iktikad baik dan pertanggungjawaban. “Namun, langkah itu baru akan kami lakukan kalau ada izin dari pihak kepolisian,” sebut Misbah. (Roy Dz) Navigasi pos Pembayaran Perjalanan Dinas Tak Sesuai Nyatanya di DPRD Madina Capai Setengah Miliar Narasumber RSUD Husni Thamrin Hanya Terima Rp2 Juta, Dianggarkan Rp16 Juta