Ompreng MBG.

Baswara Times, Madina – Sebanyak 24 siswa Madrasah Tsanawiah (MTs) Swasta Ar-Riyadhul Mukhlisin di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Polres setempat pada Rabu, 9 September 2026.

Kepala Madrasah Zaka Nasution mengatakan, peristiwa dugaan keracunan itu awalnya dialami dua siswa yang disusul puluhan siswa lainnya sehingga jumlah total mencapai 24 anak. “Awalnya mereka mual dan keringat dingin. Pertama, hanya dua orang, jadi kami bawa ke Puskesmas Mompang. Kemudian menyusul terus bertambah hingga 24 orang,” kata Zaka pada Kamis, 10 September 2026, mengutip Armada Berita.

Lebih lanjut, Zaka menerangkan, para siswa yang mengalami gejala tersebut sempat mendapat penanganan di Puskesmas Mompang Jae. “Saat ini mereka telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing. Sekolah juga memberikan jatah libur kepada anak-anak sampai sembuh total,” kata dia.

Kepala sekolah memastikan kondisi tersebut terjadi bukan karena makanan yang terlalu pedas. Namun, dia belum mengetahui penyebab anak-anak sampai mual dan keringat dingin. “Dapur Polres 1,” sebut dia ketika ditanya asal MBG tersebut.

Peristiwa itu kiat dikuatkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi satu menit 52 detik yang menampilkan seorang anak berpakaian sekolah dalam kondisi lemah. Dari pembicaraan orang di video tersebut diperoleh informasi sebanyak 20 anak di MTs swasta yang ada di Kelurahan Mompang Jae mengalami keracunan.

“Bahaya itu. Jangan dimakan lagi, diterima tapi jangan dimakan,” kata seorang pria yang diduga mengambil rekaman video tersebut merujuk pada MBG yang diserahkan ke sekolah tersebut.

Sementara itu, Camat Panyabungan Utara Azmizar Yusuf Hasibuan membenarkan adanya puluhan siswa yang dibawa ke Puskesmas Mompang Jae dengan gejala mual dan keringat dingin. Namun, dia menampil hal tersebut karena keracunan MBG.

“Kata kepala Puskesmas, bukan keracunan. Melainkan sakit perut. Anak-anak tersebut juga tidak lama dirawat di Puskesmas,” kata dia mengutip Mohga News. (Roy Dz)