Dua Operasi Besar TNI-Polri Tak Surutkan Aktivitas PETI Kotanopan
Baswara Times, Kotanopan – Dua operasi besar-besaran penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan Polri dan TNI di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini tak menyurutkan aktivitas serupa di Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan.
Aktivitas pengerukan bijih emas dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator dan mesin dongfeng masih terlihat secara terang-terangan di bantaran Sungai Batang Gadis pada Minggu, 15 Maret 2026. Pantauan di lokasi, setidaknya ada tiga alat berat yang beroperasi, dua alat kuning dan satu oranye.
Tindakan melanggar hukum ini hanya berjarak ratusan meter dari Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) dan Kantor Koramil 14 Kotanopan. Titik yang saat ini dikeruk berada di belakang Lopo Kak Bos, tepat di samping rumah makan loket PT ALS.
Kondisi ini menguatkan dugaan masyarakat yang menyebut aktivitas ilegal itu mendapat perlindungan dari Aparat Penegak Hukum (APH) maupun anggota TNI. Bahkan, PMII Madina mendapatkan informasi anggota TNI menjual nama Dandim dan Danrem untuk menarik setoran dengan dalih pengamanan.
Aktivitas PETI Kotanopan menjadi anomali tersendiri. Sebab, penertiban TNI di Batang Natal tidak pernah mengarah ke kawasan ini. Pun dengan penangkapan belasan ekskavator pada Mei 2024 yang kemudian dikembalikan kepada pemilik dengan alasan perawatan. Sampai hari ini tidak ada tersangka utama dalam kasus tersebut.
Lalu, kejadian kematian warga di bekas galian tambang pada beberapa bulan lalu juga tak berujung. Tak ada tersangka yang diumumkan pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, ada dua pemodal utama di Kecamatan Kotanopan. Salah satunya kepala desa. Sementara, satu lainnya adalah warga setempat yang dikenal sebagai “pawang” tambang ilegal.
Belakangan, aktivitas penambangan menggunakan mesin dongfeng mulai mengganggu ketertiban masyarakat. Sebab, kegiatan tersebut tak berhenti pada waktu salat, termasuk Magrib di bulan Ramadan. Hal ini pun telah menjadi keluhan tersendiri bagi warga di sekitar lokasi. (Roy Dz)


