Oplus_131072
Olahraga

​Final NNB Cup Kotanopan Rusuh, Wasit Dapat Bogem Mentah

​Baswara Times, Kotanopan – Final NNB Cup II Lingkungan 1 Pasar Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Jumat, 14 November 2025, yang mempertemukan Anduring FC Singengu dengan Sinar Muda FC Pasar Maga berakhir ricuh, wasit yang memimpin pertandingan Parlin dapat bogem mentah dari pendukung dan pemain.

​Pertandingan awalnya berjalan baik. Kedua tim tampil berhati-hati pada babak pertama. Anduring berhasil mencuri gol menjelang berakhirnya babak pertama. Tendangan bebas Akbar berhasil dimanfaatkan Rizky Pangaloan untuk menggetarkan gawang yang dikawal Aji.

​Situasi mulai panas pada pertengahan babak kedua. Wasit Parlin beberapa kali meniup peluit karena pelanggaran yang dilakukan pemain kedua belah pihak. Pada babak ini, wasit mengeluarkan empat kartu kuning.

​Pelanggaran-pelanggaran itu mulai mendapat cemoohan dari pendukung yang memadati pinggir lapangan. Puncaknya terjadi saat pemain Sinar Muda terjatuh di kotak penalti. Wasit tak meniup peluit. Sejumlah pendukung mulai memasuki lapangan.

​Situasi sempat tenang dan pertandingan dilanjutkan. Memasuki akhir babak kedua, para pemain Sinar Muda terus menekan pertahanan Anduring FC. Tambahan waktu satu menit dimanfaatkan Sinar Muda dengan gencar melakukan serangan ke area pertahanan lawan.

​Pemain Anduring terlihat mulai protes dengan gestur menunjuk jam tangan. Mereka menilai wasit terlalu lama meniup peluit akhir. Detik terakhir, Sinar Muda mendapatkan lemparan kedalam di dekat area kotak penalti.

​Dari situasi itu, bola kemudian mengenai tangan pemain Anduring. Wasit pun menunjuk titik putih. Protes dan adu argumen terjadi antara wasit dan pemain Anduring. Sementara pemain Sinar Muda merayakan peluang tersebut.

​Sebagai antisipasi, manajer Anduring memasukkan Farhan untuk menggantikan Saleh di bawah mistar. Berhadapan dengan Zary Simbolon, kiper pengganti berhasil membaca arah bola dan menepisnya. Namun, bola tetap meluncur melewati garis gawang. Wasit meniup tanda gol tercipta.

​Kerusuhan kemudian tak terelakkan. Para pemain dan penonton yang menginvasi lapangan mengerubungi wasit. Tendangan dan pukulan terlihat mengenai Parlin. Dia bahkan harus keluar lapangan dengan perlindungan polisi dan anggota TNI.

​Setelah beberapa menit rusuh, situasi mulai reda. Kepala Desa Singengu Julu Maraginda Hakim Nasution meminta para pendukung Anduring meninggalkan lapangan. Panitia kemudian memutuskan menghentikan pertandingan dan belum mengambil keputusan terkait hasil akhir laga. (Roy Dz)