Camat Pakantan Armada saat peragaan gerakan karate.

Baswara Times, Madina – Kepala Sub Bagian Kepegawaian pada Kantor Camat Pakantan M. Jakfar menjelaskan insiden dengan Camat Armada pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), 9 September 2026, tanpa unsur kesengajaan.

Hal tersebut disampaikan Jakfar untuk meluruskan pemberitaan yang menyebut dirinya menyerang camat dengan brutal. “Tidak ada niat untuk melukai, itu murni refleks karena Pak Camat menampilkan gerakan ke arah saya,” kata dia pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, atraksi Karate yang diperagakan Armada sebenarnya tidak ada dalam jadwal acara. Namun demikian, mereka tetap membiarkan sang camat menampilkan gerakan-gerakan bela diri asal Jepang itu.

“MC bilang ada yang mau lawan, saya pun maju. Memperagakan gerakan-gerakan yang saya buat-buat dan itu tidak saling mengenai. Selesai itu, saya kembali ke barisan, tapi ternyata Pak Camat masih melanjutkan gerakan tiga kali pukulan dan sekali tendangan,” lanjut Jakfar.

Pada momen itu, dia kebetulan berbalik ke belakang. Melihat gerakan tersebut, secara refleks Jakfar menghindar yang menyebabkan camat tersungkur. “Saya pun berusaha menangkap Pak Camat agar tidak jatuh, tapi video yang disebar tidak utuh. Jadi, seolah-olah ada kesengajaan,” ujar dia.

Kasubbag pun membenarkan pernyataan camat bahwa keduanya berdiri, bersalaman, dan berpelukan. “Benar, saya minta maaf. Saya juga memeluk beliau menunjukkan bahwa itu tidak ada niat mencederai atau melukai. Pak Camat juga bilang tidak apa-apa,” terang Jakfar.

Dia menilai insiden tersebut telah selesai. Sebab, keduanya sudah saling memaafkan. Namun besok harinya, Jakfar mendapat panggilan dari Pj. Sekda Afrizal. “Hari Jumat saya ke Panyabungan memenuhi panggilan Pak Sekda. Beliau berpesan agar kami baik-baik di sini dan meminta saya untuk meminta maaf. Sebagai bawahan, saya pun menyanggupi itu karena memang menilai kejadian itu bukan sesuatu yang harus diperpanjang,” ungkap dia.

Namun sejak pulang ke Panyabungan, Armada tak lagi menampakkan batang hidungnya di Kantor Camat Pakantan. Dia mangkir kerja belasan hari sejak peristiwa itu.

“Nah, malam Selasa tiba-tiba saya dikirim kawan-kawan dan keluarga video yang beredar itu. Saya, kan, tidak pakai Facebook, anak-anak juga menyampaikan hal tersebut. Saya bingung dan merasa malu,” sebut Jakfar.

Sebagai ungkapan penyesalan dan agar insiden tersebut tidak kian lebar, dia berinisiatif membawa tokoh masyarakat untuk menjumpai Sekda Afrizal agar dijembatani bersua dengan Armada sehingga masalah ini selesai.

“Kami ke rumah Pak Sekda, beliau meminta camat untuk datang, tapi yang bersangkutan tidak hadir. Saya pun bingung jadinya, apalagi MUI dibawa-bawa. Kejadian itu, kan, tidak ada hubungannya dengan posisi saya di organisasi MUI, maunya jangan sampai ke sana,” tambah Jakfar.

Pada akhirnya, dia pun hanya bisa menunggu dan berharap camat hadir di kantor agar masalah ini tak semakin lebar. “Tapi sejak peristiwa itu, Pak Camat hanya sekali ke Pakantan, itu pun tidak sampai ke kantor,” tutup Jakfar.

Sebelumnya, Arma mengaku malu dan tak nyaman berada satu kantor dengan Jakfar karena insiden yang dia sebut serangan brutal itu.

Mengutip Liputan 9, insiden di Haornas itu bermula saat Armada menampilkan beberapa gerakan karate. Dia mengaku Riswan tiba-tiba masuk lapangan dan mengganggu konsentrasinya dalam peragaan itu. “Saat gerakan saya hampir selesai, saya meliriknya, beliau menyepakkan kakinya dengan aura wajah sombong dan congkak ke arah saya,” sebut dia.

Meski demikian, Camat mengungkapkan usai insiden yang membuat dia jatuh itu, Armada dan Jakfar bersalaman serta berpelukan pertanda tidak ada permasalahan serius. “Terus saya tepuk bahunya, saya bilang, enggak apa-apa, mungkin salah pengertian. Terus beliau memeluk saya dan menyebutkan “Maaf, ya, Pak Camat, saya pikir serius,” jelas Armada.

“Tapi, hati saya tidak berterima karena telah mempermalukan saya di depan umum, apalagi saya selaku pimpinan di Kecamatan Pakantan. Tidak ada etika, adab, moral mempertunjukkan kebodohan, kesombongan, kecongkakan seperti ini di depan anak-anak bangsa,” pungkas camat. (Roy Dz)

*berita ini telah dikoreksi pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 19.32 WIB. Sebelumnya, nama kasubbag ditulis Riswan, yang benar adalah Jakfar.