Baswara Times, Madina – Pemerintah Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meluncurkan program Keta Marsialap Ari dengan tujuan terbentuknya masyarakat yang solid dan saling membantu dalam berbagai hal, utamanya kebersihan lingkungan desa. Program yang mengambil nama sebuah tradisi di Mandailing ini diluncurkan di Desa Pastap Julu pada Selasa, 4 Agustus 2026. “Keta Marsialapari merupakan gerakan gotong-royong di Kecamatan Tambangan yang berlandaskan nilai tradisi Mandailing yaitu semangat saling membantu, bekerja bersama, dan saling meringankan beban demi kepentingan bersama untuk mencapai tujuan,” kata Camat Bahren Daulay. Dia menjelaskan, Keta Marsialapari akan dipimpin oleh para kepala desa dengan diikuti oleh masing-masing perangkat. Untuk memudahkan peserta dan letak geografis Kecamatan Tambangan yang terbagi dalam beberapa kondisi dibentuk kelompok dengan menyatukan desa yang berdekatan. “Desa yg menjadi tuan rumah menentukan lokasi gotong-royong serta mengajak warga desa untuk turut serta bersama dalam kegiatan ini,” lanjut Bahren. Camat berharap, selain gotong-royong Keta Marsialapari menjadi wadah bagi pemerintah desa untuk menjalin silaturahmi dan membuka ruang diskusi pengembangan potensi desa. “Serta menciptakan rasa peduli untuk saling membantu serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” jelas Bahren. Pelaksanaan program ini dibagi ke dalam tiga kelompok dengan masing-masing waktu yang telah ditetapkan bersama. Pertama, Kelompok GR Rura Aek Mais terdiri dari Desa Pastap Julu, Pastap, Padang Sanggar, Muara Mais, Muara Mais Jambur, Angin Barat dan Lumban Pasir dengan jadwal gotong-royong setiap Selasa pada pekan pertama setiap bulan. Kedua, Kelompok GR Laru + Huta Tonga terdiri Desa Laru Bolak, Laru Baringin, Laru Dolok, Pasar Laru, dan Kelurahan Laru Lombang dengan jadwal pelaksanaan setiap Jumat pada pekan kedua setiap bulan. Ketiga, Kelompok GR Seberang Batang Gadis terdiri dari Desa Tambangan Jae, Simangambat TB, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao Rao Dolok, Rao Rao Lombang, dan Panjaringan. Adapun jadwal pelaksanaan kelompok ini adalah Jumat pekan ketiga setiap bulan. “Jadwal kegiatan sudah disusun sampai dengan Desember tahun ini,” tutup Bahren. Untuk diketahui, tradisi Marsialapari dahulu dilakukan oleh petani untuk pekerjaan di ladang atau kebun dengan bersama-sama secara bergiliran dengan tujuan saling membantu agar pekerjaan selesai tepat waktu. (Roy Dz) Navigasi pos Sejumlah Kepala Desa Kembali Dipanggil Terkait Kasus Smart Village Semarak HUT ke-81 RI di Tambangan, Mulai dari Seni Sampai Olahraga