Oplus_131072
Madina

Madina Diguyur Hujan Lebih dari 24 Jam, Sejumlah Daerah Terdampak

Baswara Times, Panyabungan – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) lebih dari 24 jam terakhir diguyur hujan di seluruh wilayah. Akibatnya, sejumlah daerah terdampak bencana seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung.

​Beberapa daerah yang terdampak banjir adalah kawasan Siulang-aling di Kecamatan Muara Batang Gadis. Luapan sungai Parlampungan menggenangi empat desa, yakni Hutarimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, dan Ranto Panjang. Tinggi air sempat mencapai dua meter dari tanah permukiman.

​Kondisi ini membuat masyarakat dilanda kekhawatiran karena stok pangan dan air bersih mulai menipis. Warga tak berani keluar dari kawasan ini karena para pengendara perahu/boat tak berani membawa kapal kecil itu melintas di atas sungai yang meluap.

Selain itu, jalan penghubung Madina-Tapsel via Kecamatan Muara Batang Gadis juga putus akibat jalan amblas sepanjang kurang lebih 10 meter.

​Banjir juga melanda Dusun Lubuk Sihim di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. Satu unit bangunan rusak parah diterjang aliran sungai. Selain itu, banjir juga menyebabkan rusaknya tanggul di Desa Tangga Bosi. Akibatnya, sekitar 40 hektare lahan pertanian terendam dan tanaman padi baru berusia 10 hari tanam rusak.

​Kondisi serupa terjadi di Desa Pulau Tamang, Desa Batahan 3, dan Desa Batahan 4 di Kecamatan Batahan. Tinggi genangan mencapai pinggang orang dewasa dan menyebabkan akses jalan utama menuju dua desa yang disebut terakhir tertutup.

​Sementara itu, longsor terjadi di jalan lintas Panyabungan-Natal. Tepatnya di Aek Inumon, Desa Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan. Saat ini, lalu lintas sudah mulai lancar meski masih menggunakan sistem tutup buka. Satlantas Polres Madina juga masih berada di lokasi.

​Angin puting beliung melanda Kelurahan Pasar III, Kecamatan Natal. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 05.00 WIB ini meluluhlantakkan setidaknya lima unit rumah dan sejumlah fasilitas umum, termasuk gedung MAN 2 Mandailing Natal.

Di Kecamatan Natal setidaknya empat desa juga terdampak banjir, yakni Bonda Kase dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter, Balimbing (30), Patiluban Mudik (30), dan Patiluban Hilir (20). Dengan kondisi tersebut, lalu lintas pun untuk sementara lumpuh.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mukhsin Nasution mengatakan, ada delapan kecamatan terdampak cuaca hidrologi basah yang terjadi saat ini.

​“Ada beberapa kecamatan namun belakangan banjir sudah mulai surut kecuali di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) yang masih terdampak,” jelas dia.

​Sebelumnya, BMKG Wilayah I Medan telah mengeluarkan peringatan bahwa sampai 27 November 2025 kawasan pantai barat Sumatera akan dilanda cuaca ekstrem akibat Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, yakni suhu laut di bagian barat Samudera Hindia lebih dingin daripada bagian timur.

​”Berdasarkan faktor global, IOD negatif diprediksi berlangsung hingga Desember 2025. Kondisi ini menambah suplai uap air di pantai barat Sumut,” kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho dalam siaran pers pada Minggu, 23 November 2025. (Roy Dz)