Oplus_131072
Madina

Kondisi Terkini Bencana yang Melanda Madina

​Baswara Times, Panyabungan – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Mukhsin Nasution memaparkan sejumlah bencana yang melanda kawasan ini dalam tiga hari terakhir dan kondisi terkini.

​Paparan itu disampaikan Mukhsin pada Selasa, 25 November 2025. Dari salinan data yang diterima Baswara Times, ada sembilan peristiwa yang direkap oleh BPBD dan penanganan yang diberikan pemerintah. Data tersebut memuat kejadian sejak Sabtu, 22 November 2025.

​Peristiwa pertama berupa banjir yang terjadi pada Sabtu, 22 November 2025, sekitar pukul 05.00 WIB di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit sungai Aek Parlampungan meningkat dan menggenangi sekitar 70 unit rumah.

​Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Akibatnya, sekitar 1,5 hektare lahan pertanian rusak. Masyarakat pun meminta Pemkab Madina menyalurkan bantuan sembako. Kondisi saat ini genangan air belum surut.

​Beberapa saat kemudian, banjir juga melanda Desa Binanga, Kecamatan Hutabargot. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam laporan BPBD Madina, hanya bangunan SDN 024 Binanga dan satu unit rumah yang terendam. Ketinggian air mencapai 35 cm.

​Selain itu, luapan Aek Sinailang juga mengakibatkan sekitar enam hektare sawah masyarakat di Desa Sayur Maincat, Desa Bangun Sejati, dan Desa Mondan terendam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan genangan air sudah surut.

​Pada Senin, 24 November 2025, sejumlah peristiwa banjir juga terjadi. Pertama, melanda Desa Batahan III dan Batahan IV, Kecamatan Batahan. Akibatnya, jalan lintas penghubung Desa Bintungan Bejangkar dengan Desa Batahan IV tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Ketinggian air di badan jalan mencapai 70 cm. Sampai saat ini air belum surut.

​Pada hari yang sama, sekitar pukul 11.30 WIB, banjir juga terjadi di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, disebabkan Aek Badan meluap. Sungai tersebut mengalami peningkatan debit yang signifikan setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari.

​Akibatnya, lahan pertanian seluas kurang lebih 40 hektare terdampak. Sebagian besar didominasi sawah yang baru ditanam. Tidak ada korban jiwa, tapi aktivitas pertanian terganggu secara signifikan. Saat ini air juga belum sepenuhnya surut.

​Sekitar pukul 12.00 WIB, banjir bandang menghantam Dusun Lubuk Sihim, Desa Muara Batang Angkola, Siabu. Hujan lebat yang terus turun sejak Minggu, 23 November 2025, menyebabkan anak sungai di samping rumah warga meluap dan membawa kayu maupun bebatuan.

​Akibatnya, satu unit rumah sekaligus warung kopi mengalami kerusakan pada bagian belakang dan bagian samping milik Mahmud Ali Hasibuan. Keluarga itu juga kehilangan pakaian dan hasil pertanian berupa kemiri sekitar 300 Kg.

​Beberapa saat kemudian, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB, banjir melanda Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Nagajuang. Luapan Aek Namora mengakibatkan sejumlah lahan pertanian jagung dan jalan penghubung menuju Desa Tarutung Panjang terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

​Sebagai penanganan, masyarakat meminta pengerukan sedimen Aek Namora untuk mencegah pendangkalan yang berpotensi mengakibatkan banjir yang lebih parah.

​Pada waktu yang hampir bersamaan, Aek Parlampungan kembali meluap yang mengakibatkan banjir terjadi di Desa Lubuk Kapundung II, Kecamatan Muara Batang Gadis. Sampai saat ini air belum sepenuhnya surut. Ratusan KK terpaksa mengungsi dan mencari tempat yang lebih tinggi mengingat intensitas hujan masih tinggi.

​Sekitar pukul 17.30 WIB, terjadi longsor di Aek Inumon II, Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan. Lalu lintas sempat tersendat. Alat berat telah diturunkan untuk membersihkan material longsor dari badan jalan. Sampai dengan saat ini hujan turun dan longsoran kecil masih terjadi.

​Angin puting beliung melanda beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Natal, pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 05.30 WIB. Atap MAN 2 Madina tercabut dan hampir menimpa rumah warga serta gapura tumbang. Dalam data milik BPBD, lima unit rumah rusak di Kelurahan Pasar II, empat unit di Pasar III, dan empat unit di Desa Setia Karya.

​Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Patiluban Mudik, Desa Patiluban Hilir, Desa Bonda Kase, dan Desa Sikara Kara VI. Lalu lintas menuju Natal dan sebaliknya pun lumpuh dengan ketinggian air mencapai 100 cm. (Roy Dz)