Pementasan Tari Piring di acara Rang Minang Baralek Gadang di Alun-alun Kota Panyabungan.

Baswara Times, Madina – Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar baralek gadang dalam perayaan ulang tahun ke-10 perkumpulan para perantau asal Sumatera Barat itu di Alun-alun Kota Panyabungan, Kayujati, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

HUT ke-10 IKM ini menampilkan pagelaran budaya Minang dan Mandailing seperti silek, Randai, Tari Piring, pementasan Gordang Sambilan, dan marturi. Acara ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terpantau, suasana Alun-alun Kota Panyabungan sesak dipadati penonton.

Ketua Panitia Muhammad Aswar mengatakan IKM Madina berdiri pada 6 Agustus 2016 atas dasar keinginan para perantau di Bumi Gordang Sambilan agar memiliki komunitas bersama. “Maka dibentuklah IKM dan pada November 2017 IKM secara resmi diakui oleh Kemenkumham,” kata dia.

Meski demikian, kata Aswar, IKM terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat Madina dalam berbagai kondisi, termasuk menggalang bantuan untuk korban bencana.

Hal tersebut, tambah Aswar, merupakan satu bukti bahwa para perantau Minang adalah bagian dari Mandailing Natal.

Sementara itu, Ketua IKM Harmansyah Tanjung mengatakan, sebagai keturunan Minang, mereka tetap menjunjung falsafah “Di Mana Bumi Dipijak di Situ Langit Dijunjung”. Dalam artian, para perantau dari Sumatera Barat mengikuti aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.

“Dalam persiapan acara ini pun, kami terlebih dahulu menyampaikan hormat kepada pemimpin adat di Mandailing, kami menemui Patuan Mandailing yang juga merupakan ketua Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya (FPPAB) Mandailing Natal,” kata dia.

Pantauan di lokasi acara, peringatan hari jadi ke-10 IKM ini mendapat dukungan dari berbagai pihak ditandai dengan hadirnya Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kapolres AKBP Bagus Priandy, Pj. Sekda Afrizal Nasution, dan para pengetua adat, termasuk dari Tanah Ulu yang diwakili Datuk Rimambang. (Roy Dz)