Sejumlah Menu MBG Tak Cocok untuk Siswa SLB Madina
Baswara Times, Panyabungan – Sejumlah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak cocok dengan siswa karena berpengaruh terhadap keaktifan anak.
“Untuk beberapa anak, kan, ada istilahnya diet makanan. Diet makanan itu yang berbentuk glukotin, terigu, gula, cokelat. Nah, sementara dari MBG ada menu-menu mereka itu seperti susunya susu cokelat,” kata Kepala SLB Madina Ahmad Undri pada Selasa, 31 Maret 2026.
Undri mengungkapkan, ada sekitar 20 anak yang harus mendapatkan perhatian khusus terkait diet makanan. Dia mengaku, dalam waktu dekat akan menyurati secara resmi agar SPPG menyiapkan menu khusus bagi mereka.
“Jadi kalau misalnya anak-anak mengonsumsi sejenis tepung terigu atau cokelat, mereka itu akan menjadi hiperaktif. Kalau siswa ini hiperaktif otomatis mengganggu ke pelaksanaan proses pembelajaran,” jelas dia.
Kepala sekolah menuturkan, sebelumnya pihak SPPG sudah meminta makanan yang bisa memicu alergi pada anak, tapi belum ada pembicaraan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan diet makanan.
Undri menegaskan, belum adanya perhatian khusus terhadap menu bagi 20 siswa bukan merupakan kelalaian SPPG, melainkan pihaknya yang belum bersurat.
Di sisi lain, Undri menuturkan selama ini pembagian MBG di SLB Madina berjalan lancar dan tidak ada kendala. Termasuk saat pembagian makanan kering di masa Ramadan.
“Kalau dari salah makan, keracunan, atau makanan basi, sampai saat ini belum pernah terjadi. Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi, karena selama ini menu yang datang itu dalam keadaan baik, bersih, dan higienis. Anak-anak pun makannya tidak ada pernah ada keluhan,” pungkas dia.
Sebelumnya, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi meninjau pelaksanaan MBG di sekolah tersebut. Dia terlihat secara khusus memperhatikan anak-anak spesial itu.
Tak hanya mengajak dan membujuk untuk makan, Atika juga memberikan hadiah bagi anak-anak di SLB Madina. (Roy Dz)


