Direktur RSUD Panyabungan dr. Evi Desvita.

Baswara Times, Madina – Direktur RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dr. Evi Desvita menyampaikan beragam capaian dan peningkatan pelayanan selama satu tahun terakhir, pasca-pindah gedung dari Kelurahan Kayujati ke lokasi sekarang.

“Saat ini RSUD memiliki 165 tempat tidur dengan rata-rata Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 83,99% dalam enam bulan terakhir.” Kata dia dalam acara peringatan satu tahun gedung baru RSUD Panyabungan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Selain itu, RSUD Panyabungan telah mengoperasikan CT Scan 64 Slice untuk mempercepat diagnosa pasien. Kemudian, dalam tahun ini direncanakan gedung kemoterapi rampung sehingga pelayanan terhadap pasien kanker lebih maksimal selaras dengan adanya mammografi yang berjalan.

Untuk pelayanan terhadap pasien yang memiliki maslah jantung, RSUD Panyabungan menyediakan layanan jantung cathlab yang saat ini dalam proses kredensialing BPJS dan pengadaan FFR, BMHP, serta stent.

“Kapasitas hemodialisa telah dinaikkan dari enam mesin menjadi 12 mesin,” lanjut direktur.

Tak hanya alat kesehatan yang menjadi perhatian, tenaga medis pun demikian. Pada September 2026 ini, RSUD Panyabungan mengirim dokter spesialis untuk fellowship trombolisis dan pelatihan perawat di RS Pusat Otak Nasional Palembang.

Selain fellowship, kompetensi tenaga medis terus ditingkatkan melalui pelatihan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

“Untuk endoscopy, alat sudah tersedia dan dalam tahap uji fungsi menuju kredensialing BPJS JKN,” jelas dr. Evi.

Kabar baik juga datang untuk pasien yang mengalami kendala dengan matanya. Saat ini ada dua dokter spesials dan manajemen sedang mengkaji membuka kembali layanan operasi mata.

“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan yang lengkap dan terpercaya bagi masyarakat Madina dan sekitarnya,” pungkas dia.

Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan agar manajemen RSUD Panyabungan dan tenaga medis terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, dia juga meminta masyarakat untuk mematuhi aturan dalam menjenguk pasien. Atika menekankan dua penjenguk untuk setiap pasien merupakan langkah yang tepat untuk kenyamanan bersama, termasuk mencegahnya tumpukan orang di ruang rawat yang berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan. (Roy Dz)