Madina

Trik Pemkab Madina Atasi Tumpukan Sampah

Baswara Times, Panyabungan – Tumpukan sampah, baik itu di tempat pembuangan sementara (TPS) maupun di jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA), masih menjadi masalah tersendiri di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan sering dikeluhkan masyarakat.

Atas hal itu, Pemkab Madina pun menyiapkan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan sampah ini. Terutama tumpukan di jalan menuju TPA yang telah dikeluhkan masyarakat Desa Batanggadis, Kecamatan Panyabungan Barat.

​”Di Mandailing Natal ini pun menjadi salah satu isu yang menjadi prioritas yang harus kita tangani. Saya dengan tim, ada Bu Wakil, Pak Sekda, semua asisten, dan Kadis, terutama Kadis Lingkungan Hidup, sangat fokus untuk menangani sampah ini,” kata Bupati Madina H. Saipullah Nasution di TPA Banggua pada Sabtu, 21 Februari 2025.

Kedatangan orang nomor satu di Pemkab Madina ke lokasi tersebut untuk melihat secara langsung kondisi TPA dan sebagai respons atas keluhan masyarakat.

Dia menjelaskan dalam pekan ini ada penambahan alat berat jenis excavator dan bulldozer sehingga pelan tapi pasti tumpukan sampah di pinggir jalan yang menjadi keluhan masyarakat bisa dipindahkan ke TPA.

Tak hanya mengandalkan alat berat milik pemerintah, Bupati Saipullah juga mengaku telah menghubungi PT SMGP agar meminjam-pakaikan alat berat perusahaan tersebut dalam penanganan sampah di TPA.

“Untuk beberapa hari ikut membantu pengangkatan sampah-sampah yang ada di jalan, sekaligus nanti mengeraskan jalan karena kalau diangkat nanti sampahnya, tentu dasarnya jalan pun akan sudah becek dan mungkin dia sudah lembek,” ujar dia.

Saipullah mengungkapkan, longsor yang terjadi di beberapa titik menuju TPA menyebabkan truk pengangkut tidak bisa lewat sehingga sampah dibuang di kiri dan kanan jalan. “Setelah pulang kami, semua alat-alat segera dimobilisasi ke sini dan saya hari ini juga menandatangani surat peminjaman alat ke SMGP supaya besok bisa diarahkan ke lokasi,” ungkap dia.

Sementara untuk solusi pengurangan sampah, Pemkab Madina dalam waktu dekat memberlakukan bank sampah. Program ini diharapkan mampu mengurai persoalan sampah dari hulu hingga hilir secara bertahap.

“Nanti kami minta kepada camat dan kepala desa untuk melaksanakannya, yaitu membuat bak-bak sampah yang memisahkan antara organik sama non-organik,” tambah Saipullah.

Dia meyakini dengan adanya program tersebut bukan hanya menjadi solusi penanganan sampah, tapi juga dapat menambah penghasilan masyarakat. Sementara, terkait pengelolaan sampah dengan melibatkan pihak ketiga sudah pernah dijajaki.

“Bulan November kita sudah kedatangan calon investor, tapi setelah kami lihat, apa namanya, anggarannya pemda belum punya kemampuan untuk menjangkau mesin-mesin itu,” lanjut Saipullah.

Bupati menambahkan, Pemkab Madina juga tengah menjalani proses penambahan lahan TPA. Saat ini sedang tahap verifikasi kepemilikan lahan sebelum dibeli. “Tapi pemilik lahan yang baru ini masih terkendala terkait dengan dokumentasi kepemilikan tanah, keabsahannya yang masih ada diproses BPN yang belum selesai,” tutup Saipullah. (Roy Dz)