Batahan dan Sp. Pining Masih Terisolasi, Pembersihan Material Butuh Waktu
Baswara Times, Kotanopan – Desa Batahan di Kecamatan Kotanopan dan Desa Simpang Pining di Kecamatan Ulupungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sampai Minggu, 30 November 2025, masih terisolasi akibat longsor memenuhi badan jalan menuju dua desa itu.
Bupati Saipullah Nasution mengatakan, pembersihan material longsor masih butuh waktu beberapa hari. Dengan demikian, masyarakat Desa Batahan masih terisolasi setidaknya tiga hari ke depan. Namun, dia memastikan 312 jiwa yang terkurung di desa tersebut tidak akan kekurangan pasokan makanan.
“Berdasarkan keterangan dan informasi yang saya dapatkan dari Kadis PU dan jajarannya, kami masih memerlukan waktu beberapa hari lagi untuk mengangkat kayu-kayu dan pasir dan tanah gunung sehingga akses ini bisa terbuka,” kata Saipullah kepada wartawan usai menyerahkan bantuan sembako kepada warga terisolasi.
Saipullah menerangkan, sebenarnya secara prinsip tidak ada kendala terkait alat berat. Namun, kondisi jalan yang sempit membuat pemerintah harus menyiapkan alat yang kecil karena trado tidak mungkin masuk ke lokasi.
“Yang bisa kami angkat adalah alat yang kecil, sehingga tidak bisa bekerja dengan cepat. Nah, untuk itu tentu kami akan memaksimalkan alat yang ada ini untuk bisa membersihkan longsoran tersebut,” tutur Saipullah.
Lebih lanjut, bupati mengungkapkan meskipun tak ada korban jiwa dalam bencana longsor dan banjir yang menerpa Desa Batahan, setidaknya 20 hektare lahan persawahan tergenang, 10 irigasi rusak, dan 13 kincir air pembangkit listrik hancur total.
“Ini sudah sudah kami catat dan akan meminta kepada BNPB atau Kementerian Sosial, atau nanti Dirjen Menteri ESDM yang berkaitan dengan listrik untuk bisa secepat mungkin bisa memberikan dua alternatif: pertama, pemasangan listrik PLN; yang kedua, membantu anggaran untuk bisa kita perbaiki kincir air masyarakat,” sebut Saipullah.
Kepala Desa Muhammad Suhaimi menerangkan, desa tersebut terisolasi sejak Selasa, 25 November 2025. Longsor yang menimpa badan jalan di beberapa titik menyebabkan masyarakat tidak bisa keluar. “Seperti kata Pak Bupati, bahan pangan sudah menipis,” kata dia.
Sementara itu, Desa Simpang Pining telah terisolasi sejak Kamis, 27 November 2025. Sebanyak 305 warga terkurung di desa tersebut. Longsoran terjadi di lima titik dengan lokasi paling parah sekitar beberapa meter dari Desa Simpang Duhu Lombang.
Kepala Desa Ahmad Hasan berharap pemerintah bisa segera menurunkan alat berat ke lokasi sehingga jalan tersebut bisa dilewati secepatnya. Alat berat belum sampai ke lokasi sebab jalan di Desa Patahajang tidak bisa dilalui kendaraan di atas roda empat karena amblas.
Berdasarkan keterangan tim Pemkab Madina, ketersediaan logistik untuk bantuan kepada korban bencana masih mencukupi untuk sepekan ke depan. Bupati juga mengungkapkan bahwa dalam dua tiga hari ini bantuan beras sebanyak 43 ton akan masuk ke Bumi Gordang Sambilan. (Roy Dz)


