Wabup Madina mengaku telah lama dekat dengan perkumpulan orang Minang.

Baswara Times, Madina – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengaku telah mengenal dekat orang-orang Minang sejak masih duduk di bangku kuliah di UNSW Australia.

Atika bercerita bahwa semasa kuliah dulu rutin mengikuti perkumpulan orang-orang Minang yang ada di Austrlia. Bahkan, dia mengaku banyak dibantu oleh suku dari Sumatera Barat itu.

“Saya merasa terhormat ada di sini karena saya juga dibantu keluarga IKM sewaktu saya kuliah di Sydney dulu. Saya kuliah di Sydney, di Australia,” kata dia saat menghadiri acara Rang Minang Baralek Gadang dalam rangka HUT ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Alun-alun Kota Panyabungan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Wabup Atika berkelakar bahwa dia tidak bisa melewatkan makan satai buatan orang Minang. “Jadi, setiap hari Sabtu kami ada pengajian di sana. Kadang saya skip pengajiannya, kadang saya hadir, tapi tidak pernah saya skip satenya,” ungkap dia disambut tawa dan tepuk tangan warga yang hadir.

Tak hanya fokus pada satai, Wabup Atika merasa bahwa orang Minang memiliki rasa peduli terhadap sesama yang patutu dicontoh. Dia menerangkan, perkumpulan perantau dari Sumbar di Australia menerima siapa saja yang datang tanpa memandang suku dan agama.

“Bahkan sampai ke luar negeri pun, di mana orang kita, orang muslim minoritas, ditemukan Ikatan Keluarga Minang di sana. Mereka tidak membedakan-bedakan ‘ini orang Mandailing, ini orang Islam’, tidak. Jadi penerimaan IKM terhadap siapapun, itu terasa hangat.,” ungkap Atika.

Maka dari itu, dia pun merasa punya kewajiban yang sama untuk menerima keberadaan orang Minang di Bumi Gordang Sambilan. “Mudah-mudahan semangat saling membantu, silaturahmi, gotong-royong dapat terus kita wariskan kepada generasi-generasi berikutnya,” harap wakil bupati.

Sementara itu pada sektor pembanguan daerah, Wabup Atika mengakui peran perantau Minang di Madina cukup signifikan lewat pelaku UMKM.

“Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku UMKM. Ekonomi Madina bergerak ditopang oleh UMKM yang tidak sedikit angkanya, UMKM-nya pelakunya adalah sahabat-sahabat kami, saudara-saudara kami orang Minang,” sebut Atika.

Lebih lanjut, Atika Azmi menuturkan falsafah Di Mana Bumi Dipijak di Sinan Langik Dijunjuang yang melekat pada kehidupan orang Minang telah diaktualisasikan para perantau yang ada di Madina. “Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kami tidak lagi bisa membedakan ini orang Mandailing, ini orang Minang,” jelas dia.

Wakil bupati secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas segala kontribusi yang diberikan orang Minang terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan daerah.

Acara yang dipadukan dengan pagelaran seni budaya itu mendapat respons positif dari masyarakat luas. Terlihat, sejak awal acara sampai penutupan kondisi Alun-alun Kota Panyabungan sesak dipenuhi penonton.

Ragam tari seperti Tari Piring, silek, Randai, tari kreasi Mandailing, dan tari persembahan mendapat tepuk tangan meriah. Beberapa kali terdengar teriakan keluarga yang memanggil nama penari yang tampil. (Roy Dz)