Baswara Times, Panyabungan – Dokumen pendukung, seperti buku dan lencana, pengusulan Willem Iskander sebagai Pahlawan Nasional mulai terkumpul, baik itu yang diperoleh secara langsung dari ahli waris maupun dari hasil pencarian di internet. Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional di Aula Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Panyabungan, pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan strategis ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, budayawan, ahli waris, dan kalangan profesional. “Progresnya terus berlanjut, sampai hari ini ada beberapa buku dan dokumen pendukung yang telah terkumpul. Ada juga lencana sebagai tanda bukti penghargaan dari kementerian,” kata Ketua Komunitas Subuh Iskandar Batubara. Dia menjelaskan, latar belakang berdirinya komunitas tersebut melihat adanya nama besar di Madina dengan jasa yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan. “Kondisi pemerintah saat ini sedang membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat dan daerah untuk mengusulkan pahlawan nasional,” sebut Subuh. Dia menilai, ada beberapa nama di Madina yang patut dipertimbangkan dan peluang yang dibuka pemerintah harus dimanfaatkan. “Dari diskusi informal dengan beberapa orang yang menjadi pendiri komunitas ini sepakat mengajukan nama Willem Iskander,” jelas Subuh terkait latar belakang gerakan ini. Sementara itu, Ludfan Nasution menyebutkan ketokohan Willem Iskander selama ini cenderung hanya bergema di daerah. Hal tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian bersama agar cita-cita menempatkan tokoh pendidikan itu sebagai pahlawan nasional terwujud. “Itu makanya pertemuan ini melibatkan banyak unsur, termasuk pihak eksekutif dan legislatif,” sebut dia. Dr. Muhammad Daud Batubara menerangkan proses pengusulan seorang tokoh menjadi pahlawan nasional melewati banyak tahapan. Untuk itu, dia menyarankan agar lebih banyak diskusi terkait Willem Iskander. “Sehingga nanti kita bisa meyakinkan tim penelaah di tingkat pemerintah pusat bahwa nama ini, tokoh ini, layak menjadi pahlawan nasional. Kita juga harus pikirkan bagaimana caranya agar usulan ini tidak hanya bergema di Madina,” kata dia. Senada dengan itu, Rahmat Zubarkah Nasution, akademisi lainnya, menerangkan perlunya data yang lebih rinci. Termasuk mendapatkan keterangan yang memberikan penjelasan ilmiah dari kontroversi setiap tokoh yang diajukan. “Kita harus bisa meyakinkan panitia bahwa ketokohan Willem Iskander ini memang layak dijadikan pahlawan nasional,” tegas dia. Pantauan di lokasi, diskusi berjalan alot dengan tetap fokus pada tujuan awal, menyiapkan dokumen dan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mengajukan Willem Iskander menjadi pahlawan nasional. Sebelum menutup rapat, Subuh mengungkapkan akan ada rapat lanjutan dan agenda-agenda penting seperti audiensi dengan kepala daerah maupun legislatif, persiapan seminar nasional, dan kajian proposal pengajuan daerah lain. (Roy Dz) Navigasi pos Bupati Madina Buka Musda DPD IKANAS Sumut 2025