Baswara Times, Madina – Namanya Asmaul Husna, kelahiran Desa Patialo, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Santri lulusan Pondok Pesantren Subulussalam ini diterima di Universitas Al Azhar, Mesir. Asmaul Husna bukan sekadar santri berprestasi. Dia juga penjaga Alqur’an. Seorang hafizah yang menyelesaikan hafalan Kalamullah di Rumah Tahfidz Jabal Rahmah Mulia, Medan, Sumut. Tahun ini adalah kali kedua putri dari pasangan Umaruddin Nasution dan Daniah Batubara dinyatakan lulus di universitas yang merupakan salah satu kiblat dan otoritas pendidikan tinggi Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Tahun lalu, Asmaul Husna urung berangkat ke negara yang disebut Ummu ad-Dunya itu karena kendala biaya. Tahun ini, pemandangan serupa terhampar di hadapan gadis kelahiran 2004 ini. Anggaran kurang lebih sebesar Rp36 juta rupiah yang meliputi biaya transport, pengurusan paspor, dan akomodasi bulan pertama masih sebatas angan dan harap. Gagal berangkat dua kali boleh jadi akan mengubur impian Asmaul Husna untuk kuliah di Kairo. Itu artinya, impian anak ini mengeluarkan keluarganya dari garis kemiskinan dengan pendidikan akan berakhir tragis. Apalagi, biaya keberangkatan itu satu-satunya yang dia harapkan. Sebab, selama di Kairo dia akan menjalani perkuliahan secara cuma-cuma. Asmaul Husna tak tinggal dia. Santri cerdas ini mencoba mengetuk pintu hati para dermawan dan pejabat di daerah ini. Pekan lalu, Jumat, 12 Juni 2026, dia menemui beberapa orang penting di Madina seperti Bupati H. Saipullah Nasution, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, dan Kapolres AKBP Bagus Priandy. Gadis belia ini juga mencoba mendapatkan bantuan dari Baznas Madina. Dia tak punya cara lain. Memberanikan diri menengadah tangan berharap kedermawanan para pesohor di kabupaten berjuluk Negeri Serambi Mekkah Sumatera Utara ini adalah langkah satu-satunya. Sebab, ayah dan ibunya hanya petani biasa dengan pendapatan pas-pasan. Kini, Asmaul tak lagi berjuang sendirian. Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kotanopan bergandengan tangan dengan Forum Jurnalis Mandailing Julu (FJ Maju) berinisiatif membantu Asmaul Husna agar bisa bertolak ke Timur Tengah dengan cara membuka donasi. Asmaul boleh saja gagal berangkat sekali, tapi jangan sampai dua kali. “Ini merupakan kebanggaan bagi daerah kita. Asmaul Husna telah menunjukkan prestasi luar biasa sebagai seorang hafizah dan berhasil lulus di Al-Azhar Kairo. Kami berharap ada uluran tangan dari para dermawan agar keberangkatannya dapat segera terwujud,” kata Camat Kotanopan Enda Mora Lubis di Kotanopan pada Jumat, 19 Juni 2026. Dia berharap, langkah sederhana ini bisa mengetuk pintu banyak orang dan terlibat mendukung pendidikan Asmaul Husna di Universitas Al-Azhar. Enda berkeyakinan dengan kedermawanan masyarakat, anak tersebut bisa berangkat ke tanah yang melahirkan Syaikh Yusuf Al-Qardawi itu. “Penggalangan dana ini dimulai hari Jumat, 19 Juni 2026, sampai dua minggu kedepan. Hasil penggalangan dana ini nanti akan diserahkan langsung kepada Asmaul Husna,” sebut Enda. Tak harus orang besar, kita pun bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu keberangkatan Asmaul Husna ke Kairo. Bagi yang hendak berbagi bisa secara langsung menghubungi Siti Fatimah Parinduri di Kantor Camat Kotanopan atau transfer via rekening BRI 533501014542535 atas nama Siti Fatimah Parinduri. (Roy Dz) Navigasi pos Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina Penuhi Panggilan Penyidik