Pemkab Madina Serahkan Bantuan kepada Petani di Sayurmatua, Besok Alat Berat Turun
Baswara Times, Naga Juang – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyerahkan bantuan kepada petani di Desa Sayurmatua, Kecamatan Naga Juang, yang lahannya tak bisa ditanami akibat tertimbun sedimen terbawa arus banjir yang terjadi akhir tahun lalu.
Bantuan sebanyak 58 paket sembako itu diserahkan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dengan didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukhsin Nasution di kediaman pribadi Kepala Desa Panangian Nainggolan pada Senin, 4 Mei 2026.
Dia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Madina sebelum petani bisa kembali menanam sawah di lahan terdampak. “Bantuan berupa paket sembako sembari menunggu perbaikan sawah,” kata Atika.
Wakil bupati mengingatkan agar masyarakat tidak segan-segan menyampaikan saran kepada TNI yang akan mengerjakan rehabilitasi lahan seluas 17 hektare itu. “Jangan sampai pekerjaan sudah selesai haru ada keluhan atau masukan,” pesan Atika.
Dia mengungkapkan, keterlambatan rehabilitasi lahan ini karena adanya prioritas berdasarkan kerusakan di masing-masing daerah. Dari beberapa kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, Madina termasuk skala ringan.
Atika mengungkpakan, berdasarkan keterangan dari TNI dan mitra, alat berat untuk pengerjaan rehabilitasi lahan tersebut akan diturunkan ke lokasi pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sebelumnya, Camat Naga Juang Rahmad Rizky Pulungan mengatakan Desa Sayur Matua terdampak bencana seluas kurang lebih 17 hektare. Lahan tersebut digarap oleh kurang lebih 58 KK.
“Dengan bantuan ini, mudah-mudahan para petani dapat terbantu dan dapat memanfaatkannya dengan baik. Mudah-mudahan besok juga, kalau tidak salah, alat berat akan turun untuk melaksanakan oplah dan normalisasi,” ujar dia.
Tokoh masyarakat Baginda Pasaribu menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Pemkab Madina untuk petani di desa tersebut. Dia berharap, rehabilitasi ini berjalan maksimal sebagaimana mestinya.
“Mudah-mudahan oplah yang dimulai besok bisa selesai sebagaimana mestinya, jangan sampai seperti normalisasi pada Desember tahun lalu, belum selesai alat berat sudah keluar,” ungkap Baginda. (Roy Dz)


