Oplus_131072
Madina

Delapan Tahun Mengabdi di KPK, AKBP Bagus Priandy Kini Pimpin Polres Madina

Baswara Times, Panyabungan – AKBP Bagus Priandy kembali mengemban amanah di jabatan struktural Kepolisian Republik Indonesia (Polri) usai delapan tahun pengabdian di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Penyidik Muda.

“Saya menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama kurang lebih sewindu, delapan tahun. Sampai dengan pada akhir tahun 2025, saya mendapat amanah dari pimpinan untuk kembali berdinas sebagai anggota Polri,” kata dia dalam acara Pisah Sambut Kapolres Madina di Rumah Dinas Bupati, Panyabungan, pada Senin malam, 12 Desember 2026.

AKBP Bagus Priandy, lulusan Akpol 2027, ditugaskan sebagai kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Madina menggantikan AKBP Arie Sopandi Paloh yang kini menjabat wakil direktur Pembinaan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wadir Binmas Poldasu).

Bagus memahami latar belakanganya sebagai mantan penyidik KPK menimbulkan beragam tafsir. Terlebih pada pertengahan tahun lalu lembaga anti rasuah itu menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bumi Gordang Sambilan. Kepala Dinas PUPR Sumut saat itu, Topan Ginting, menjadi salah satu pesakitan.

“Tengah tahun kemarin Mandailing Natal, kan, jadi berita nasional. Ada teman saya yang main ke sini, ya, cuma mainnya mungkin dalam situasi yang kurang enak bagi Pemkab Madina. ​Nah, sekarang saya datang dengan situasi yang baik. Saya bertugas kembali sebagai anggota Polri. Saya bukan lagi penyidik,” sebut dia.

Lulusan S-2 Universitas Indonesia ini menjelaskan tiga tugas Polri, yakni penegakan hukum, mengayomi masyarakat, dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Berbeda dengan penyidik KPK yang hanya fokus pada penyidikan. Maka, sebagai bagian dari Forkopimda, Bagus mengaku akan mendukung penuh program pemerintah daerah.

Bekas Kasat Narkoba Polres Poso ini pun berharap dukungan dari seluruh pihak dalam menjalankan tugas sebagai kapolres Madina.  “Apabila ada masukan, saran, kritik, tolong disampaikan. Walaupun saya Kapolres, tapi tetap saja di sini saya ingin menjadi bagian keluarga dan ingin dianggap sebagai keluarga,” ujar dia.

“Jadi apabila ada saran, silakan langsung bicara, langsung ngomong pada saya, tidak usah sungkan-sungkan. Karena saya terbuka, saya siap menerima masukan karena saya sadar ilmu saya masih jauh, masih banyak yang perlu saya pelajari,” tutup Bagus.

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menjelaskan kapolres sebelumnya telah menjalankan beberapa program yang baik. Dia berharap AKBP Bagus Priandy dapat melanjutkan hal-hal baik itu.

​”Banyak perubahan-perubahan yang terus berlangsung, masih ada ruang-ruang perbaikan. Tentu harapan kami, Pak Bagus bisa memperbaiki mungkin yang belum maksimal akibat tadi, dinamisnya kepentingan masyarakat, banyaknya perkembangan-perkembangan, terbatasnya anggaran, terbatasnya waktu,” lanjut Atika.

Lebih lanjut, Wabup Atika mengungkapkan kehadiran Forkopimda yang lengkap serta hadirnya tokoh agama maupun tokoh masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah dan warga Madina menyambut kehadiran AKBP Bagus dengan tangan terbuka.

Dia berharap, komunikasi yang baik terjalin antara pemerintah daerah dengan kepolisian dan Forkopimda. ​”Artinya apa? Banyak pekerjaan kita yang selesai kalau kita komunikatif, komunikasinya lancar,” pungkas Atika. (Roy Dz)