Oplus_131072
Regional

​Gubsu Bobby: Kalau Kepala Daerah Tak Cerdas, Cari Orang Cerdas untuk Diskusi

​Baswara Times, Simalungun – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution menyebutkan kepala daerah harus cerdas mencari solusi pertumbuhan ekonomi di tengah adanya penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

​”Kepala daerah, pemimpin daerah, pemimpin pemerintah harus cerdas untuk menyelesaikan persoalan. Kalau enggak cerdas, cari orang yang cerdas untuk bisa berdiskusi, menyelesaikan persoalan,” kata dia saat kunjungan kerja di KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

​Itu disampaikan Bobby menanggapi adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk tahun 2026. Dia menegaskan pemerintah kabupaten/kota di Sumut harus mendukung investasi dan dunia usaha. Sementara Presiden Prabowo telah menargetkan pertumbuhan ekonomi delapan persen.

​”Kita punya PR yang cukup besar, cukup berat. Ini Kadin yang hitung sama Bank Indonesia, kami. Pak Presiden sudah menetapkan target capaian ekonomi, pertumbuhan ekonomi kita di angka delapan persen. Itu untuk pembentukannya ada beberapa komponen, termasuk government spending, habis itu investment,” sebut dia.

​Gubsu mengungkapkan, akibat penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat itu, pemerintah daerah di Sumut, termasuk provinsi, kehilangan belanja kurang lebih sembilan triliun rupiah. Angka tersebut akan berpengaruh signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

​”Itu penyesuaiannya Rp1,1 triliun uang Provinsi Sumatera Utara. Kalau total seluruh kabupaten kota itu di angka 9 triliunan. Jadi, kalau 33 kabupaten kota terus provinsi, government spending kita akan berkurang, kurang lebih 9 triliunan dari APBD,” ujar dia.

​Pemprovsu, sebut Bobby, telah menargetkan investasi yang masuk sekitar Rp90 sampai Rp100 triliun per tahun. “Padahal di catatan, memang di catatan kita tahun ini, dari perencanaan baru 53 triliun, ya. Baru 53 triliun karena memang kita tidak targetkan di tahun ini langsung ke angka delapan persen,” lanjut gubernur.

​Dia menilai, untuk mencapai cita-cita pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang ditargetkan Presiden Prabowo, Provinsi Sumatera Utara harus punya gerakan dan langkah untuk mencapai angka-angka tersebut, termasuk dari sisi investasi.

​”Oleh karena itu, sekali lagi saya sampaikan, apa yang mendukung ekosistem usaha, apa yang mendukung kegiatan usaha, kawasan ekonomi, kawasan-kawasan, kita pemerintah harus men-support,” pungkas Bobby. (Roy Dz)