Jalur Panyabungan-Linggabayu Sudah Bisa Dilalui, Natal Masih Terendam Banjir
Baswara Times, Panyabungan – Jalur Panyabungan-Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah bisa dilalui kendaraan setelah beberapa hari sebelumnya sempat putus. Hal ini ditandai dengan sampainya bantuan yang dibawa oleh Bupati Saipullah Nasution dan rombongan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Bupati bersama Kapolres AKBP Arie Sopandi Paloh bersama sejumlah kepala OPD bertolak dari Panyabungan ke Natal pada Jumat siang, 28 November 2025. Dalam perjalanan itu, belasan alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.
Bupati Saipullah sejatinya hendak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah pantai barat, termasuk warga di Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis. Di sepanjang jalan, bantuan juga disalurkan ke dapur-dapur umum yang didirikan masyarakat.
“Kunjungan ini untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Ada sejumlah masyarakat mengungsi di jembatan Patiluban Hilir juga akan kita salurkan bantuan,” kata dia.
Saipullah juga memastikan masyarakat yang kesulitan air bersih akan mendapat pasokan dalam bentuk air galon. Dia mengungkapkan, sampai saat ini sembako yang tersedia baru lima ton. “Ada empat desa di Siulangaling paling jauh, dan kedatangan kami untuk menyalurkan bantuan,” tambah dia.
AKBP Arie Sopandi menjelaskan, pembersihan longsor jalur lintas Panyabungan-Natal terlambat karena titik longsor terus bertambah. “Awalnya ada delapan titik putus dan berkembang menjadi 20 titik,” kata dia.
Dari jumlah tersebut, dua titik paling rawan ada di Desa Jambur Baru dan Desa Sigala-gala. “Titik ini turun hampir satu setengah meter, biasanya dilintasi kendaraan roda delapan kami akan menutup jalur itu sampai ada perbaikan serta mengarahkan jalan dari Simpang Gambir menuju Sumatera Barat,” tutup dia. (Roy Dz)


