Baswara Times, Madina – Kaderisasi tingkat pertama yang diselenggarakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Tahun 2026 diikuti 160-an peserta dari berbagai kampus. Agenda yang berlangsung di Ballroom Ladangsari, Kecamatan Panyabungan, pada Munggu, 4 September 2026, ini mengusung tema Menumbuhkan Kecintaan terhadap PMII, Membangun Kesadaran Intelektual, Meneguhkan Semangat Pergerakan. Ketua PC Abdul Rahman mengatakan proses kaderisasi ini merupakan wadah penggemblengan dan penanaman nilai-nilai dasar perjuangan kepada anggota batu dengan tujuan terbentuknya mahasiswa yang kritis, agamis, dan nasionalis. “Mapaba menjadi pintu awal bagi para peserta untuk mengenal PMII, memahami nilai-nilai perjuangan organisasi, serta mengasah kesadaran intelektual dan semangat pergerakan,” kata dia. Rahman mengungkapkan, dinamika di kampus maupun di tengah masyarakat saat ini membutuhkan figur yang peka, bukan semata unggul dalam bidang akademik. “Harapannya, kader-kader yang lahir dari proses kaderisasi ini mampu terus belajar, berproses, berdialektika, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi, masyarakat, agama, dan bangsa,” harap dia. Para peserta menerima beragam materi, mulai dari pengenalan Nilai Dasar Pergerakan (NPD), keislaman berhaluan ahlussunnah waljaamaah (Aswaja), wawasan keindonesiaan, sampai dasar-dasar kepemimpinan. Proses kaderisasi ini melibatkan sejumlah akademisi dan profesional seperti Ketua STAIN Madina, Majelis Pembina Cabang (Mabicab) PC PMII, serta Ketua Bawaslu Madina. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti koordinasi PC PMII dengan berbagai lembaga dalam membina potensi generasi muda berlangsung baik. “Melalui kaderisasi terstruktur ini, PC PMII Madina berkomitmen terus menghadirkan ruang-ruang dialektika ilmiah untuk melahirkan generasi mahasiswa yang adaptif, berintegritas, dan kepedulian sosial yang tinggi,” pungkas Rahman. (Roy Dz) Navigasi pos Bawa Alat Berat, Terduga Pelaku PETI di Tambangan Pasoman Langgar Kesepakatan dengan Warga