Baswara Times, Madina – Ketua Komisi I Ahmad Taufik Siregar menyoroti banyaknya anggota DPRD dan pejabat pemerintah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menggunakan kendaraan dengan plat luar daerah. Kritik itu disampaikan Taufik pada pekan lalu saat menyoroti lemahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia menilai ada kontradiksi antara imbauan pemerintah dengan kenyataan di lapangan. “Mari tingkatkan PAD, tapi hari ini kita pertontonkan, entah berapa ini kendaraan bermotor kita, entah satu, tiga, lima, tapi menggunakan plat kendaraan notabenenya BK, malah ada yang BA dan B,” kata dia. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, kendaraan yang terparkir di lingkungan DPRD itu, yang notabene milik pejabat eksekutif dan legislatif, tidak memberikan kontribusi terhadap PAD. “Satu sisi membanggakan mendengungkan, ‘ayo tingkatkan PAD’, tapi kita sendiri tidak melakukan hal itu,” tegas Taufik. Dia menegaskan, semestinya kendaraan pribadi anggota DPRD maupun pejabat daerah harus memperhatikan kontribusi pajak terhadap PAD. Bahkan, Taufik secara tegas meminta kendaraan dengan nopol luar Madina agar tidak diparkir di dalam kawasan gedung pemerintahan. “Walaupun itu dari pihak kawan-kawan eksekutif, tolong sekali lagi di paripurna berikutnya, apalagi legislatif, kendaraan kita sendiri selaku tuan rumah, parkirlah di luar gedung ini,” tegas Taufik. Pria yang akrab disapa Ucok Rindang ini menekankan, kritik yang dia sampaikan semata-mata bagian dari upaya mendorong peningkatan PAD dan kepatuhan terhadap kewajiban pajak kendaraan. “Jangan sekali-kali kendaraan yang pajaknya tidak mendukung pembangunan Madina dan Sumut masuk kawasan gedung ini,” pungkas dia. (Roy Dz) Navigasi pos Polres Madina Tangguhkan Penahanan Tersangka Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur Polres Madina Serahkan Lima Tersangka Pembakaran Polsek MBG ke JPU, Dua Kades Terlibat