MBG Berdampak pada Kenaikan Harga, Ini Langkah Antisipasi Pemkab Madina
Baswara Times, Panyabungan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang setiap harinya membutuhkan bahan pokok dalam jumlah besar akan berdampak pada kenaikan harga.
Hal itu disampaikan Bupati Saipullah Nasution usai meninjau pendistribusian MBG di SMP Negeri 5 Panyabungan, Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan, pada Selasa, 14 Oktober 2025. Adapun pemasok untuk sekolah ini adalah Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera milik Fahrizal Efendi.
”Harapan kita tentu semua bahan baku yang akan digunakan dalam proses penyiapan makanan di dapur bergizi ini semuanya dari Kabupaten Mandailing Natal karena ini berdampak kepada inflasi,” kata dia.
Untuk itu, Saipullah akan memanggil para pimpinan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rangka rapat koordinasi penentuan zona pemenuhan bahan pokok, baik itu sayur, telur, daging ayam, dan sejenisnya sehingga semaksimal mungkin tidak didatangkan dari luar daerah.
”Kalau itu bisa kita penuhi, maka inflasi akan turun, ekonomi bergerak, masyarakat dapat pekerjaan, tenaga kerja jalan, maka tentu kita akan bisa mempertahankan inflasi tetap di bawah,” ujar bekas kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat ini.
Saipullah mengungkapkan berdasarkan data milik pemerintah daerah, setidaknya ada 160.000 jiwa yang ditargetkan mendapatkan manfaat dari MBG ini. Dengan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani 3.000-4.000 orang ditambah dapur-dapur yang beroperasi di daerah terpencil dibutuhkan setidaknya 50-60 SPPG.
”Itu kemarin kami coba data kurang lebih datanya 160.000 orang. Sehingga kalau kita bagi rata-rata 3000-4.000, sekitar 50 sampai 60 dapur. Itu, kan, kalau kita bagikan dengan 3.000. Nanti untuk desa-desa terpencil mungkin satu dapur itu bisa 500 orang saja,” papar dia.
Sementara Fahrizal Efendi tak menampik bahwa saat ini sayur yang beredar di Madina kebanyakan masih berasal dari luar daerah. “Yang swasembada kita masih beras, ya, kan, untuk Tabagsel,” kata dia.
Anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 ini meyakini keberadaan SPPG di Madina yang nantinya mencapai 50 lebih akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
”Itu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang dulu rata-rata lima persen secara nasional, kita berharap dengan lahirnya dapur-dapur makan siang gratis ini akan tumbuh menjadi delapan persen,” harap dia.
Fahrizal menilai program MBG ini sesuai dengan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, yakni meminimalisasi tengkes dan menggerakkan ekonomi karena sasarannya termasuk ibu hamil. “Juga didukung oleh rekrutmen tenaga kerja. Bisa kita bayangkan ada mencapai 50 orang per dapur,” ujar dia.
Fahrizal mengaku SPPG miliknya akan beroperasi secara maksimal sesuai ketentuan Badan Gizi Negara (BGN), termasuk mengupayakan empat sertifikat dasar terpenuhi. “Yang pertama, dia ada Sertifikat Halal. Yang kedua, Sertifikat LHS. Yang kemudian Sertifikat Air Layak Minum. Yang kemudian sertifikat chef,” pungkas dia.
Untuk diketahui, sampai hari ini baru ada empat SPPG yang beroperasi di Bumi Gordang Sambilan. Keempat dapur tersebut merupakan milik yayasan swasta. (Roy Dz)


