Oplus_131072
MadinaRegional

Warga Madani Tus Salam Minta Munir Ritonga Dorong Pelepasan Lahan Relokasi

​Baswara Times, Muarasipongi – Warga Madani Tus Salam, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang bermukim di lahan relokasi akibat gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) pada 2006 silam meminta Anggota DPRD Sumut Muniruddin Ritonga membantu pelepasan tanah itu.

​Hal tersebut disampaikan masyarakat saat mengikuti Reses I Tahun Sidang II 2025-2026 politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Desa Muara Kumpulan, Kecamatan Muarasipongi, pada Senin, 13 Oktober 2025. Lahan tersebut merupakan milik Pemkab Madina.

​Masyarakat meminta pelepasan lahan itu dengan tujuan dihibahkan kepada warga sehingga bisa dikelola sesuai dengan janji pemerintah di masa lalu. Saat relokasi berlangsung, setidaknya ada 200 kepala keluarga yang dipindahkan ke tempat tersebut.

​Selain kepastian alas hak lokasi relokasi, masyarakat yang hadir juga meminta legislator PKB itu memperjuangkan tersedianya air bersih mengingat saat ini masih banyak desa yang kesulitan mendapatkan air layak minum. Kemudian, mereka juga meminta fasilitasi penerbitan izin bagi pertambangan rakyat.

​Anggota Komisi B DPRD Sumut ini menyebutkan, reses merupakan bagian penting dalam menyerap aspirasi masyarakat. Hal-hal yang disampaikan konstituen, kata dia, akan dibawa ke parlemen dengan disertai proposal sehingga bisa diajukan ke pemerintah untuk direalisasikan.

​Munir menilai, permintaan masyarakat yang disampaikan masyarakat masih rasional dan menyentuh kebutuhan dasar. Dia pun memastikan akan menyampaikan kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus terkait legalitas wilayah dan ketersediaan air.

​”Sementara soal pertambangan rakyat, kami akan dorong agar dilakukan secara legal dan berkelanjutan demi kesejahteraan tanpa merusak alam,” tegas Muniruddin Ritonga.

​Di sisi lain, dia menjelaskan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tapi juga peran aktif masyarakat.

​”Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan. Kalau desa ini nanti resmi menjadi desa definitif dan masyarakatnya semakin mandiri, itulah keberhasilan yang sesungguhnya,” pungkas dia. (Roy Dz)