Kondisi ikan yang mati di lubuk larangan Tambangan Jae.

Baswara Times, Diskominfo – Ratusan ekor ikan yang ada di kawasan wisata Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) didapati dalam kondisi mati. Fenomena itu mulai terlihat sejak Rabu, 16 Agustus 2026.

Camat Tambangan Bahren Daulay membenarkan kejadian tersebut. Dia menerangkan, warga pertama kali menemukan ikan mati di lubuk larangan itu pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. “Selanjutnya, jumlah ikan yang mati terus bertambah hingga hari ini,” katanya pada Jumat, 18 September 2026.

Bahren menerangkan, jumlah ikan yang mati mencapai 150-an ekor dengan bobot berkisar antara dua sampai enam kilogram per ekor. “Jumlah yang mati mencapai 150 ekor dengan berat per ekor antara 2-6 kilogram,” sebut dia.

Mendapati laporan tersebut, camat beserta jajaran langsung mengecek lokasi dan mendapatkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Antara lain kondisi Aek Tambangan terlihat jernih dan tidak menunjukkan perubahan warna yang mencolok. Kemudian, ikan yang ditemukan mati memiliki bobot sekitar 2–6 kg per ekor.

“Pada sebagian ikan terlihat darah keluar dari celah sisik. Sebagian yang lain ada luka pada bagian insang,” lanjut Bahren.

Dia menambahkan, ikan-ikan yang mati tidak menunjukkan adanya lendir, tapi kondisinya agak keras. “Pada bagian dalam tubuh ikan, terutama bagian yang terlihat seperti gelembung renang, ditemukan kondisi seperti pecah atau robek,” jelas camat.

Bahren mengungkapkan, kematian ikan terrjadi secara bertahap dan jumlahnya terus bertambah. “Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian ikan-ikan itu,” ujar dia.

Bahren menegaskan, hasil pengecekan tersebut tidak bisa dijadikan untuk menyimpulkan penyebab kematian ratusan ikan itu.

Mengingat lokasi tersebut merupakan Lubuk Larangan Anak Yatim sekaligus destinasi wisata, Camat Bahren menilai perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait. “Termasuk apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dan pemeriksaan terhadap ikan yang mati, guna mengetahui penyebabnya secara lebih objektif,” pungkas dia. (Roy Dz)