Sedimentasi Aek Namora Tebal, Mentan Instruksikan PTPN 4 Turunkan Excavator
Baswara Times, Naga Juang – Sedimentasi Aek Namora dan Aek Dakka di Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) cukup tebal karena sebelumnya kedua sungai itu meluap dan membawa material lumpur maupun potongan pohon. Akibatnya, banyak sawah terdampak.
Untuk menangani hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan PT Perkebunan Nusantara 4 (PTPN 4) agar menurunkan alat berat guna mengeruk sedimentasi dan menormalisasi aliran sungai.
“Kami, tentu hari ini karena ada mitra kami atas arahan Pak Menteri, PTPN IV bisa membantu excavator, alhamdulillah ada dua unit yang bekerja di Madina,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil Harahap usai meninjau normalisasi Aek Namora pada Kamis, 18 Desember 2025.
Ali Jamil turun langsung bersama Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengecek progres pengerukan sedimentasi dua sungai itu. Ini merupakan kali kedua bekas sekjen Kementan itu meninjau lokasi tersebut.
“Ternyata itu sedimentasinya cukup tebal sekali. Bayangkan kalau sungai seperti itu hanya 50 cm airnya, lalu sudah dapat itu sedimen di bawahnya, ya, pastilah kalau ada air meluap pasti masuk ke sawah,” jelas dia.
Ali Jamil menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mempercepat pemulihan sawah masyarakat terdampak banjir. “Ini yang sawah kami tanggung jawab. Kementerian Pertanian akan membantu merehabilitasi itu dengan baik lagi supaya masyarakat bisa bersawah kembali,” tegas dia.
Saipullah Nasution menerangkan dua alat berat itu beroperasi sejak pekan lalu. Satu bergerak di hulu sungai dan yang lainnya di hilir. Dia pun memastikan excavator akan dipindahkan dari dua sungai itu saat normalisasi selesai.
“Kalau normalisasi ini tidak ditentukan hari. Yang penting bagi kami dengan tim tadi Kementerian Pertanian harus selesai tuntas, dan kami kontrol nanti terakhir sudah jalan dengan normal, baru kami minta alatnya untuk dikembalikan ke PTPN IV,” kata Saipullah.
Bekas kepala Kantor Bea Cukai Jawa Barat menerangkan tujuan normalisasi ini agar aliran sungai lebih efisien, tidak berbelok-belok, dan mampu menampung debit air yang lebih banyak.
“Kemudian dengan lebar yang tadi sudah disampaikan Kementan, kurang lebih lima meter dengan kedalaman mungkin dua meter sehingga debit air itu bisa mengalir dengan cepat,” jelas bupati.
Dia berharap tindakan ini bisa jadi solusi ketika musim hujan dengan intensitas tinggi berlanjut. Selain itu, normalisasi ini diharapkan mampu membendung air sehingga tidak meluap ke permukiman warga maupun areal persawahan.
Dalam kesempatan ini, Saipullah turut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Akhmad Faisal. (Roy Dz)


