Oplus_131072
Madina

Tak Lama Lagi, Pemasangan Ring Jantung Bisa Dilakukan di RSUD Panyabungan

Baswara Times, Panyabungan – Dalam waktu dekat, pemasangan ring jantung bisa dilakukan di RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), selaras dengan beroperasinya Catheterization Laboratory (Cath Lab).

Hal itu terungkap usai kunjungan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution ke fasilitas pelayanan kesehatan utama di kabupaten ini pada Kamis, 4 Maret 2026. Peninjauan itu bertujuan untuk mengecek kesiapan CT Scan di RSUD Panyabungan.

Layanan kesehatan ini merupakan terobosan baru dan bukti bahwa RSUD Panyabungan terus berbenah dalam meningkatkan fasilitas guna memastikan pelayanan yang diterima masyarakat memiliki kualitas yang baik.

“Salah satu terobosan utama adalah pembangunan ruang Catheterization Laboratory (Cath Lab). Fasilitas ini dipersiapkan secara khusus untuk memberikan layanan pemasangan ring jantung guna menangani pasien dengan penyumbatan pembuluh darah,” kata Atika.

Wakil bupati menerangkan, layanan tersebut akan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang selama ini harus dirujuk dengan jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan ke Madina untuk penanganan jantung.

Lulusan UNSW Australia ini mengungkapkan Cath Lab dicanangkan beroperasi pada tengah tahun ini. “Pemasangan alat telah dilakukan dan sedang memasuki tahap serah terima, pengurusan perizinan, serta pelatihan ulang bagi tenaga medis,” jelas dia.

Atika menambahkan, RSUD Panyabungan juga tengah menginstalasi perangkat CT Scan 64 slice. Alat baru ini merupakan peningkatan besar dari alat lama yang hanya memiliki 16 slice.

“Dengan teknologi 64 slice hasil pencitraan tubuh pasien akan jauh lebih jelas dan akurat, sehingga memudahkan tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit secara tepat,” jelas dia.

Wakil bupati dua periode ini berharap doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan dan peningkatan fasilitas layanan di RSUD Panyabungan terus berlanjut.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila saat ini pelayanan dirasa belum maksimal dikarenakan adanya keterbatasan sarana prasarana yang sedang dalam masa transisi pengembangan, serta tingginya volume pasien yang harus ditangani setiap harinya,” tutup Wabup Atika.

Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan menerangkan pihaknya telah menyiapkan SDM untuk mengoperasikan alat tersebut. “Tenaga medis yang dikirim untuk menempuh pendidikan khusus telah kembali dan siap bertugas mengoperasikan fasilitas baru itu,” jelas dia. (Roy Dz)