Tragedi Kemanusiaan, Sengketa Warisan Berujung Pembongkaran Kuburan
Baswara Times, Panyabungan – Satu tragedi kemanusiaan terjadi di Desa Hutalombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, pada Selasa, 12 Mei 2026. Sengketa warisan berujung pembongkaran sepasang kuburan suami istri.
Proses pembongkaran berlangsung dari siang hingga sore hari dengan disaksikan oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga setempat yang merasa prihatin.
Almarhum H. Fahrizal Pulungan dan Almarhumah Hj. Nur Hayati nama pasangan suami istri itu. Harta warisan justru menjadi sengketa dan polemik berkepanjangan bagi keluarga yang mereka tinggalkan. Desakan pembongkaran itu pun datang dari salah satu keponakan dengan inisial SM.
Keponakan lainnya, Rajab Lubis, menjelaskan, pembongkaran ini merupakan tuntutan dari sepupunya, SM, sejak tahun lalu. Dia pun tak bisa menyimpan kekecewaan dan kesedihan karena harus membongkar dua kuburan itu.
“Dari awal lahan ini dibeli memang ada konflik pembagian (warisan). Ujung-ujungnya muncul desakan untuk memindahkan makam ini sejak setahun lalu. Ada dua makam; satu sudah sepuluh tahun dimakamkan, dan satu lagi baru satu tahun ,” kata Rajab di pemakaman keluarga tersebut.
Dia mengungkapkan, pihak keluarga sudah mengupayakan berbagai jalan damai. Proses mediasi melibatkan keluarga dekat hingga tokoh adat desa telah dilakukan selama setahun terakhir. Namun, SM keukeuh kedua makam harus dipindahkan dari tanah yang dia kuasai itu.
Pada akhirnya, Rajab memilih mengalah dan membeli lahan baru untuk tempat peletakan jasad paman dan bibinya.
Peristiwa ini pun memicu reaksi emosional dari warga Hutalombang Lubis dan Panyabungan Jae, terutama kaum ibu. Mereka mengaku mengaku sedih melihat jenazah yang sudah menyatu dengan tanah harus kembali diangkat karena persoalan harta.
Di akhir prosesi, Rajab berpesan agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Dia mengingatkan supaya tidak mengedepankan ego, terutama jika menyangkut urusan orang yang telah meninggal dunia.
“Ini pelajaran untuk kita semua. Orang sudah meninggal, sudah lama tenang, kenapa harus diganggu? Apalagi ini masih keluarga sendiri,” tutup dia. (Roy Dz)


