Regional

Pemkab Madina dan Pasbar Jajaki Pembangunan Jalan Via Pastap Julu

Baswara Times, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) menjajaki pembukaan jalur Pastap Julu – Sigantang. Ruas ini merupakan penghubung dua wilayah di masa lalu.

Kedua pemerintah daerah sepakat membuat nota kesepahaman dan membawa aspirasi ini kepada gubernur Sumut dan gubernur Sumbar untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat. Terlebih, jalur tersebut berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

“Kedua pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis mendalam agar tetap mematuhi aturan lingkungan. Usulan ini juga akan dibawa ke tingkat gubernur Sumut dan Sumbar serta diajukan ke pemerintah pusat agar menjadi kebijakan nasional,” kata Bupati Madina H. Saipullah Nasution usai pertemuan dengan Wabup Pasbar HM Ihpan pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pertemuan di Kantor Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, itu juga turut membahas langkah awal berupa penetapan titik koordinat terdekat sehingga konektivitas kedua wilayah nantinya lebih efisien.

“Jalur Sigantang-Pastap merupakan jalan bersejarah yang digunakan turun-temurun oleh masyarakat Minang dan Mandailing sebagai akses utama di masa lalu. Pasaman Barat sangat mengharapkan kolaborasi ini,” sebut Saipullah.

Dia memaparkan, pembukaan jalur ini diproyeksikan memangkas jarak tempuh 50 hingga 70 kilometer. Dengan begitu, biaya transportasi dan pengeluaran bahan bakar masyarakat perbatasan akan berkurang drastis.

“Langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong efisiensi di seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan daya saing ekonomi,” lanjut Saipullah.

Bupati Madina mengungkapkan, hubungan sosial-ekonomi Madina dan Pasbar sudah erat, terutama di sektor perkebunan sawit dan pendidikan.

HM Ihpan mengapresiasi sambutan baik Pemkab Madina terkait pembukaan jalur legendaris ini. Menurut dia, kebijakan strategis tersebut tidak bisa dilakukan satu pihak.

“Jalur ini merupakan rute legendaris yang sering diceritakan leluhur sebagai penghubung utama antar wilayah. Kami akan melibatkan tim teknis untuk mengkaji aspek regulasi dan teknis agar sesuai aturan,” kata dia.

Wabup Pasbar mengaku akan melaporkan hasil pertemuan kepada bupati sehingga kedua kepala daerah bertetangga itu bisa menindaklanjutinya lebih konkret. (rls)