Mobil Izuzu Carry terbakar di SPBU Saba Purba.

Baswara Times, Madina – Kasus kebakaran mobil jenis Izusu Carry di SPBU Tano Ponggol Nauli, Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada 8 Juni 2026, belum tuntas diselidiki pihak kepolisian sudah muncul kejadian serupa di SPBU Riyadhoturrohman Aek Galoga.

Sebuah mobil jenis Mitsubishi Kuda bernomor polisi BA 1973 SH terbakar saat mengisi BBM di SPBU Riyadhoturrohman pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Kedua peristiwa tersebut memiliki kesamaan, yakni ditemukan jeriken yang diduga sebagai penampung BBM bersubsidi di masing-masing mobil.

Kedua pwristiwa tersebut kini ditangani kepolisian setempat. Terkait kasus di SPBU Tano Ponggol Nauli, Polres Madina telah memanggil pengelola pom bensin, tapi yang bersangkutan mangkir.

Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan, yang dikonfirmasi pada Sabtu, 11 Juli 2026, membenarkan pihaknya telah memanggil pengelola SPBU dan pemilik kendaraan yang terbakar. Namun, belum ada yang memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik.

Kendati demikian, dia memastikan sejumlah saksi lain di lokasi kejadian telah diperiksa. “Terkait penanganan perkara sampai sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar AKP Tri Boy.

Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian tengah menyusun jadwal untuk melayangkan surat panggilan kedua guna melengkapi berkas penyelidikan. “Rencananya kami akan mengirimkan undangan kembali ke pihak-pihak tersebut untuk diambil keterangannya,” tegas dia.

Sementara itu kasus kebakaran mobil di SPBU Riyadhoturrohman ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Panyabungan. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” kata Kapolres AKBP Bagus Priandy beberapa saat usai kejadian.

Sebelumnya pada 25 Januari 2025, kasus serupa terjadi di SPBU Simpang Gambir, Kecamatan Linggabayu. Saat itu, satu unit mobil Toyota Avanza terbakar saat mengisi bahan bakar. Sama dengan dua kasus sebelumnya, kendaraan itu juga diduga sebagai alat melansir BBM bersubsidi dengan jeriken.

Namun, kasus tersebut sampai hari ini tak jua berujung. Pihak kepolisian belum merilis tersangka atau menyampaikan perkembangan kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas itu. (Roy Dz)