Baswara Times, Madina – Camat Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Bahren Daulay bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) turut membersihkan fasilitas umum (fasum) di Desa Tambangan Jae pada Jumat, 21 Agustus 2026. Giat bersih-bersih ini merupakan implementasi program Keta Marsialapari (Kecamatan Tambangan Maju, Bersih, Asri, Lestari, Peduli, Aman, dan Kreatif). Untuk jadwal pekan ini, berlangsung di Tambangan Jae dengan diikuti oleh tujuh desa yang berada di seberang Batang Gadis di kecamatan tersebut. “Kegiatan gotong-royong dipusatkan pada pembersihan parit, badan dan pinggir jalan dari Simpang Tiga menuju kawasan objek wisata Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae,” kata Bahren dalam keterangannya. Camat menuturkan, giat yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB itu turut melibatkan para kepala desa, perangkat desa, dan kalangan pemuda atau yang dikenal dengan Naposo Nauli Bulung (NNB). “Peserta membawa peralatan kebersihan dari desa masing-masing dan bekerja bersama membersihkan lokasi kegiatan. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata semangat Marsialapari, yaitu bekerja bersama dan saling membantu demi kepentingan masyarakat,” sebut Bahren. Dia menjelaskan, program ini merupakan upaya meningkatkan semangat gotong-royong dan kesolidan masyarakat dengan pola yang lebih teratur serta berkelanjutan. “Walaupun Kerangka Acuan Kegiatan serta AD/ART Keta Marsialapari saat ini masih dalam proses penyusunan, kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun. Setiap kegiatan yang dilaksanakan juga menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan program, termasuk penyusunan draf AD/ART dan Kerangka Acuan Kegiatan,” ungkap camat. Bahren menekankan, program ini tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tapi dicanangkan menjadi wadah kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat desa. “Misalnya, penanaman pohon, pembuatan taman desa, kepedulian antarwarga, kegiatan CKG, diskusi program dan kegiatan desa, serta berbagai kegiatan positif lainnya,” lanjut dia. Camat Bahren berharap, sejalan dengan jadwal yang ditetapkan, kian banyak masyarakat yang terlibat. “Setelah Kerangka Acuan Kegiatan dan AD/ART selesai disusun, Pemerintah Kecamatan Tambangan akan melaksanakan sosialisasi bersama pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat, NNB serta unsur masyarakat lainnya,” tambah dia. Bahren menambahkan, Keta Marsialapari bukan hanya sebuah program, melainkan gerakan bersama masyarakat Kecamatan Tambangan. “Dari gotong-royong kita bangun kebersamaan, dari kebersamaan kita wujudkan Kecamatan Tambangan yang maju, bersih, asri, lestari, peduli, aman dan kreatif,” pungkas dia. (Roy Dz) Navigasi pos Akun Media Sosial Istri Alwi Batubara Tiba-tiba Lenyap dari Pencarian