Baswara Times, Madina – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, melalui kuasa hukumnya, Dinda Oktari, SH, membantah tudingan yang menyebutkan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Madina ini sebagai pendana sekaligus pemilik tambang emas tanpa izin (PETI) sistem lubang di Kecamatan Naga Juang. Dalam keterangannya, Dinda Oktari mengatakan pemberitaan di sejumlah media online yang menyebutkan kliennya memiliki keterkaitan finansial, aset, maupun operasional dalam aktivitas pertambangan ilegal di Madina, khususnya Naga Juang dan Hutabargot, sebagai informasi yang sama sekali tidak benar. Dia juga menepis isu miring yang menyebutkan Satuan Tugas (Satgas) PETI yang baru dibentuk hanya sekadar tameng pelindung bagi oknum pejabat tertentu. Terkait tudingan spesifik yang menyebutkan fasilitas pengolahan tambang lubang tersebut dikelola oleh keponakan (babere) Saipullah, Dinda Oktari mengatakan kliennya belum bisa memberikan kesimpulan sepihak dan akan mempelajari kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu. Terkait desakan masyarakat atas efektivitas Satgas PETI yang dinilai belum melakukan aksi nyata, kata Oktari, Pemkab Madina memastikan tindakan penertiban terukur akan segera dilakukan. Jadwal razia penutupan lokasi tambang dan pengolahan hasil tambang sengaja tidak dibocorkan ke publik demi alasan teknis dan kehati-hatian operasional. “Pemkab menjamin penindakan di lapangan tidak akan tebang pilih dan semua pihak yang melanggar hukum pasti akan ditindak sesuai rekomendasi evaluasi Satgas,” kata dia. Dia menyebutkan, Bupati Madina juga memberikan atensi khusus terhadap potensi sabotase dari dalam pemerintahan. Menjawab langkah konkret terhadap para pendana, pemilik ekskavator, serta dugaan kebocoran operasi, kuasa hukum menyampaikan peringatan keras. “Kalau soal para pendana, kita tentu tunggu Satgas PETI untuk melakukan kajian. Namun, bagi oknum yang membocorkan jadwal razia, khususnya bagi pegawai pihak Pemkab yang terlibat, akan kita tindak tegas. Berikan laporan kepada saya siapa yang membocorkannya,” tegas Dinda Oktari mengutip pernyataan Bupati Madina H. Saipullah Nasution. (*) Navigasi pos Polres Madina Terima Laporan Korban Dugaan Penipuan Pimpinan Sultan Andalus Haramain