Lokasi penemuan anak kelas 2 SD tewas tergantung di Kecamatan Bukitmalintang (MohgaNews).

Baswara Times, Madina – Kasus dugaan bunuh diri anak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bukitmalintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memasuki babak baru usai ayah kandung melaporkan dugaan pembunuhan dalam perkara yang menggemparkan masyarakat beberapa waktu lalu itu.

Laporan itu tertuang dalam berkas bernomor STPL/B/449/X/2026/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATERA UTARA. Sang ayah melaporkan kasus tersebut dengan didampingi kuasa hukum pada Kamis, 14 Oktober 2026.

Pria berinisial MY melaporkan perkara tersebut karena merasa ada yang janggal. Bahkan setelah menerima kabar kematian anaknya, dia langsung bertolak dari Jakarta menuju Madina.

Kuasa hukum MY meminta pihak Polres Madina serius dan mengedepankan transparansi dalam penanganan kasus yang mendapat simpati dari sejumlah komunitas ibu-ibu di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

“Klien kami sangat terpukul. Anaknya diduga menjadi korban pembunuhan. Kami sudah buat laporan resmi hari ini. Kami minta penyidik Polres Madina tidak main-main, segera gelar perkara, lakukan otopsi secara transparan dan tangkap pelakunya. Terlapor masih dalam lidik, kami percayakan sepenuhnya kepada Polisi,” sebut kuasa hukum MY.

Kasus ini bermula dari adik korban yang melihat kakaknya tergantung di belakang rumah mereka. Sang ibu yang menerima informasi dari anaknya langsung berlari melihat korban. Ternyata, siswa kelas 2 SD itu sudah tewas.

Peristiwa itu sempat memunculkan beragam isu, termasuk dugaan perundungan oleh salah satu guru. Hal ini berdasarkan keterangan ibu si anak yang mengaku berselisih dengan guru tersebut. Keduanya juga tinggal bertetangga di perumahan sekolah.

Meski demikian, ibu si anak tak kunjung membuat laporan polisi. Hal ini berdasarkan Staf Humas Polres Madina, Bripka Roy Manurung yang membenarkan tidak adanya laporan yang dibuat ibu korban.

“Pihak kepolisian sejauh ini menangani perkara tersebut menggunakan Laporan Polisi Model A atau LP yang dibuat langsung oleh anggota Polri,” kata Bripka Roi. (Roy Dz)