Baswara Times, Madina – Dua proyek Nasional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yakni jembatan Aek Batahan menuju Pelabuhan Palimbungan dan ruas jalan Bukitmas-Kubangan Tompek di Kecamatan Sinunukan hampir tuntas dengan target Desember 2026 rampung. Pembangunan jembatan Aek Batahan sudah mencapai 57 persen pengerjaan. Sementara ruas jalan Bukitmas-Kubangan Tompek sudah masuk tahap pemeliharaan dan tinggal menunggu serah terima. Hal itu terungkap dari kunjungan kerja Bupati H. Saipullah Nasution ke kawasan Pantai Barat Madina. Selain meninjau progres pengerjaan dua proyek tersebut, dia juga memastikan ruas jalan berlubang di Desa Pulo Padang segera ditimbun oleh PT Gruti Lestari Pramana. “Hari ini kita saksikan jalannya sudah selesai dibangun. Tim Kementerian PU akan melakukan pengawasan selama enam bulan ke depan, setelah itu baru diserahkan kepada Pemkab untuk menjadi tanggung jawab kita,” kata usai meninjau ruas jalan sepanjang 3,5 kilometer itu. Dia menjelaskan, panjang jalan yang diusulkan awalnya 7,5 kilometer. Namun, berdasarkan pertimbangan kemampuan anggaran, realisasi yang dikabulkan baru 3,5 kilometer. Meskipun demikian, Saipullah berharap pembangunan jalan itu dapat berlanjut secara bertahap hingga mencapai target 24 kilometer sampai ke Kubangan Tompek, Kecamatan Bantahan. “Harapan kita tentu jalan ini segera dilanjutkan hingga tuntas 24 kilometer ke Kubangan Tompek. Namun, semua itu tetap bergantung pada kondisi keuangan di pusat,” ungkap dia. Bupati mengungkapkan, Pemkab Madina tengah mengusulkan 28 titik lain pembangunan jalan. Sampai saat ini, ada tujuh yang mendapat respons dari pemerintah pusat. “Kami berharap usulan ini tidak berubah agar bisa segera dinikmati masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” sebut dia. Bupati berharap, ruas jalan ini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sehingga dapat menunjang perputaran ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Madina. Perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumatera Utara, Rachmad menjelaskan, pengerjaan ruas jalan ini menggunakan penyesuaian geometrik agar sesuai dengan standar teknis, seperti pada bagian tanjakan dan tikungan. “Secara sosial tidak ada kendala berarti. Kami hanya sempat terkendala fluktuasi harga aspal yang naik turun akibat dampak situasi global. Mengenai harapan warga untuk melanjutkan pembangunan sepanjang 24 kilometer dalam satu koridor, akan kami sampaikan kepada pimpinan agar bisa dipenuhi secara bertahap,” kata dia. (Roy Dz) Navigasi pos Siapkan Siswa Melek Digital, MAN 1 Madina Gandeng Diskominfo dalam Masa Taaruf