Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Madina dr. Muhammad Faisal Situmorang.

Baswara Times, Madina – Jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang mencapai angka 1.370 menjadi yang tertinggi di Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Madina dr. Muhammad Faisal Situmorang di sela-sela kunjungannya ke kediaman warga Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, yang memiliki empat anak putus sekolah.

“Kejadian anak putus sekolah di Sumatera Utara, Madina yang tertinggi. Data terakhir lebih kurang 1.370-an, itu anak SD dan SMP,” kata Faisal pada Selasa, 1 September 2026.

Dia mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan sehingga diketahui akar masalahnya. “Persoalan anak putus sekolah tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor,” sebut Faisal.

Penerjunan tim tersebut, lanjut Faisal, gunan mengetahui secara pasti penyebab anak-anak putus sekolah. “Jadi, kami mendata dan memetakan penyebab anak putus sekolah, apakah itu karena administrasi, dokumen kependudukan orang tua, perpindahan tempat tinggal, atau permasalahan ekonomi,” jelas kadis.

Faisal mengungkapkan, hasil dari pendataan tersebut akan dia terima paling lambat dalam dua pekan ini. “Sehingga pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat bagi setiap anak,” lanjut dia.

Kadisdik menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi. “Karena itu, pemerintah berkewajiban menekan angka anak putus sekolah di Madina,” tutup Faisal. (Roy Dz)