Nama Edi Anwar Nasution Mencuat sebagai Bakal Calon Ketua PKB Madina
Baswara Times, Panyabungan – Nama Edi Anwar mencuat sebagai salah satu bakal calon ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggantikan Khoiruddin Faslah Siregar yang telah bercokol di pucuk pimpinan dalam empat periode terakhir.
Nama tersebut muncul selaras dengan kepastian Faslah yang tidak akan ambil bagian dalam pemilihan ketua pada Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal (Madina) tahun ini.
Faslah, sosok yang selama ini menjadi nakhoda utama, secara mengejutkan telah mengambil keputusan dengan menyatakan tidak akan lagi mencalonkan diri sebagai ketua.
Berbicara tentang Edi Anwar, berarti berbicara tentang loyalitas dan militansi. Di kalangan internal partai, dia tidak dianggap sebagai ‘pendatang baru’ yang memanfaatkan kendaraan politik di saat jaya. Edi Anwar merupakan potret kader genuine—seorang kader tulen yang tumbuh dan besar bersama napas perjuangan PKB di Bumi Gordang Sambilan.
Saat ini, dia mengemban amanah strategis sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPC PKB Madina. Posisi ini membuatnya menjadi ‘mesin’ yang memastikan roda organisasi tetap berputar di bawah kepemimpinan Faslah Siregar.
Maka, ketika Faslah memutuskan untuk menepi dari kursi ketua, Edi Anwar dipandang sebagai pewaris alami yang paling memahami anatomi partai hingga ke akar rumput.
Rekam jejak Edi Anwar di kancah politik praktis tidak perlu diragukan lagi. Kepercayaan masyarakat Madina kepadanya terbukti bukan sekadar keberuntungan sesaat. Dia adalah politisi yang berhasil duduk di kursi legislatif dalam tiga periode, termasuk masa bakti 2024-2029.
Ketahanannya di parlemen menunjukkan adanya basis massa yang riil dan kepercayaan publik yang terjaga. Tak hanya sekadar duduk sebagai anggota, Edi juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB di DPRD Madina. Peran ini mengharuskannya menjadi ujung tombak partai dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah sekaligus menyuarakan aspirasi konstituen.
Bagi PKB Madina, suksesi kali ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan menjaga ritme kemenangan yang telah dibangun. Edi Anwar dianggap memiliki modal lengkap:
Pengalaman organisasi sebagai Sekjen, Edi Anwar paham seluk-beluk administrasi dan konsolidasi internal.
Soal kematangan politik, pengalaman tiga periode di legislatif menjadikannya sosok yang piawai dalam diplomasi politik. Selain itu, statusnya sebagai kader murni meminimalisasi potensi konflik ideologi di tubuh partai.
Kini, menjelang perhelatan Muscab, mata para kader dan simpatisan PKB tertuju padanya. Apakah Edi Anwar Nasution akan benar-benar menerima tongkat estafet tersebut dan membawa PKB Madina melompat lebih tinggi?
Satu hal yang pasti, dengan rekam jejak sebagai ‘penjaga dapur’ partai selama bertahun-tahun, Edi Anwar memiliki semua prasyarat untuk menjadi kapten baru yang siap berlayar di tengah tantangan politik yang kian dinamis. (*)


