Madina

BGN Ungkap Hanya Delapan SPPG di Madina Punya SLHS

Baswara Times, Panyabungan – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Doni mengungkapkan saat ini hanya delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu dia sampaikan saat mengikut rapat Konsolidasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Senin, 2 Maret 2026.

Doni menerangkan, saat ini ada 24 SPPG yang beroperasi dan empat lainnya akan beroperasi dalam waktu dekat. Dari jumlah itu, baru delapan yang memiliki SLHS dan 16 sedang proses pengurusan.

Dia menjelaskan, sesuai regulasi SLHS diterbitkan setelah SPPG beroperasi. Meski demikian, Doni menegaskan batas akhir pengurusan sertifikat yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan itu paling lambat awal April 2026. Maka dari itu, dia pun mendesak pengelola agar memenuhi persyaratan tersebut.

Terkait sedikitnya SLHS yang terbit, perwakilan Dinas Kesehatan Aziz menerangkan sertifikat bisa dikeluarkan paling lambat 14 hari sejak pengajuan. Namun, sebelum itu pengelola SPPG harus terlebih dahulu memenuhi indikator penilaian.

Aziz pun menegaskan, Dinas Kesehatan Madina tidak mempersulit penerbitan SLHS tersebut. Sampai saat ini, kata dia, ada 16 SPPG yang sedang proses pengurusan penerbitan SLHS.

Di sisi lain, Aziz mengungkapkan baru 12 SPPG yang memenuhi syarat Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Sementara itu, yang lolos uji laboratorium ada 10 dapur dan satu yang sedang menunggu hasil.

Sebelumnya, ketiadaan SLHS SPPG Bukitmalintang menjadi sorotan masyarakat. Hal tersebut diperparah dengan terbuktinya para pegawai dapur mencuci ompreng dan bahan makanan di sungai terbuka yang kebersihannya tidak terjaga. Pada prosesnya, BGN memutuskan menutup sementara dapur tersebut. (Roy Dz)