Oplus_131072
Regional

Pemprovsu Alokasikan Anggaran Pemulihan Pascabencana Sebesar Rp430 Miliar

Baswara Times, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp430 miliar untuk pemulihan pascabencana yang melanda provinsi ini pada akhir November tahun lalu.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi dengan Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada Senin, 12 Januari 2026. Para kepala daerah terdampak turut hadir dalam acara ini.

“Kami akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan dibagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bobby Nasution.

Gubsu menjelaskan anggaran tersebut akan difokuskan pada lima bidang. Pertama, infrastruktur dengan cakupan perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah dengan total sekitar Rp275 miliar.

Kedua, bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar. Ketiga, sektor pendidikan senilai Rp36,8 miliar. Berikutnya, bidang kesehatan Rp6,9 miliar. Terakhir, bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp110 miliar.

Bobby menambahkan, Pemprovsu juga menyiapkan anggaran sebesar Rp12 miliar yang direncanakan untuk membangun 200 unit hunian tetap dengan rincian Rp60 juta per unit.

“Kami tunggu datanya dari kabupaten/kota dan menyinkronkan dengan data BNPB, bila memang hunian sudah ter-cover semua oleh BNPB, kami akan tambahkan anggaran ini untuk BNPB, jadi rumah yang dibangun BNPB nilainya nanti lebih dari Rp60 juta,” kata Bobby Nasution.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah pusat terus fokus pada penanganan pascabencana di Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat. Pihaknya juga menyiapkan 5.951 unit hunian tetap untuk Sumut. “Perbaikan jalan dan jembatan, serta pengiriman bantuan logistik dan kebutuhan lainnya,” tambah dia.

Suharyanto menjelaskan, meskipun status bencana sudah dicabut, pemerintah pusat tetap membantu proses pemulihan. “Tidak ada lagi masyarakat di pengungsian saat puasa, semua di hunian sementara, menyewa rumah, atau di rumah kerabat,” kata dia.

Kepala BNPB mengungkapkan, biaya sewa rumah akan ditanggung oleh pemerintah pusat dengan hitungan Rp600 ribu per jiwa per bulan. “Tiga juta rupiah untuk pengganti isi rumah dan lima juta untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak,” sebut dia.

Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera Tito Karnavian menjelaskan afa sejumlah indikator yang menunjukkan daerah bencana telah kembali normal. Antara lain, berjalannya pemerintahan dari tingkat provinsi hingga desa, layanan publik yang baik, akses darat yang lancar, aktivitas ekonomi berjalan, serta ketersediaan SPBU, gas LPG, listrik, internet, dan air minum dalam kondisi baik.

“Kalau dilihat dari pemetaan kami, Sumut sudah membaik secara umum, hanya tinggal beberapa daerah yang masih perlu dipercepat seperti Tapsel, Tapteng, Taput, Sibolga, yang beberapa indikatornya masih belum baik,” kata Menteri Dalam Negeri ini. (Roy Dz)