Oplus_131072
Madina

Sampah Medis RSUD Panyabungan Rutin Diangkut, DLH Tangani Domestik

Baswara Times, Panyabungan – Sampah medis RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), rutin diangkut setiap bulan oleh vendor PT SDLI untuk dimusnahkan di kota Medan sesuai regulasi yang ada. Sedangkan sampah domestik ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Penunjang RSUD Panyabungan Wiwin Ferdiansyah kepada wartawan di Panyabungan pada Kamis, 7 Mei 2026. Dia mejelaskan, rumah sakit menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memisahkan limbah berdasarkan tingkat risikonya.

“Sampah di rumah sakit terbagi dua kategori. Untuk sampah medis yang bersifat infeksius, kami menempatkannya di fasilitas khusus berupa cold storage berkapasitas 20 meter kubik. Sementara sampah yang ada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) adalah murni sampah non-medis atau domestik,” kata dia.

Langkah tersebut, lanjut Wiwin, merupakan bentuk komitmen menajemen RSUD Panyabungan dalam menjaga kebersihan lingkungan fasilitas kesehatan milik pemerintah itu dalam menjamin higienitas serta keamanan bagi pasien dan masyarakat sekitar.

Komitmen tersebut juga merupakan bagian dari upaya mencapai visi RSUD Panyabungan untuk bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Wiwin pun meminta dukungan masyarakat, utamanya pengunjung, agar disiplin membuang sampah sesuai kategori tempat yang telah disediakan. Menurutnya, kemajuan rumah sakit harus sejalan dengan lingkungan yang sehat.

“Kami selalu terbuka menerima masukan dari masyarakat maupun tokoh daerah demi perbaikan layanan ke depan. Fokus kami adalah infrastruktur yang maju dan tata kelola lingkungan yang sehat,” tutup dia.

Sementara itu, Plt. Kepala DLH Ahmad Sailulloh Nasution membenarkan pengangkutan sampah domestik RSUD Panyabungan menjadi bagian dari tugas personel instansi yang dia pimpin.

Mengenai sampah yang sempat menumpuk pada Rabu kemarin, Sailulloh mengatakan ada keterlambatan pengangkutan karena armada rusak.

“Sampah domestik di TPS RSUD Panyabungan sudah kami angkut menggunakan armada yang lain setelah sampah di jalan protokol Panyabungan selesai diangkut,” kata dia.

Kepala DLH menerangkan, sampah domestik dan sampah medis RSUD Panyabungan memiliki ruang yang berbeda, meskipun dalam lokasi yang sama. “Sampah medis itu tidak pernah bercampur dengan sampah domestik,” ungkap dia.

Di sisi lain, Sai mengaku telah berkoordinasi dengan manajemen RSUD Panyabungan agar sampah domestik yang menjadi tugas mereka mengangkutnya dibungkus dengan rapi sehingga tidak berserakan di TPS.

“Pedagang yang di pinggir jalan depan gedung RSUD Panyabungan itu juga buang sampah ke TPS itu. Jadi, ke depan sampah itu disatukan, dibungkus dengan plastik agar rapi dan mudah petugas angkut ke truk,” tutup dia. (Roy Dz)