Oplus_131072
MadinaRegional

Pembukaan RKPD Sumut 2027 Ditandai dengan Penabuhan Gordang Sambilan

Baswara Times, Medan – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ditandai dengan penabuhan Gordang Sambilan, alat musik tradisional Mandailing, di Hotel Santika Dyandra, Medan, pada Rabu, 22 April 2026.

Acara strategis ini berlangsung selama dua hari, 22-23 April 2026, dengan pembukaan diikuti oleh para kepala daerah di Sumut. Dari Mandailing Natal (Madina) hadir Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi sejumlah kepala dinas dan badan.

Wabup Atika mengingatkan para kepala dinas/badan yang hadir mengikuti acara tersebut untuk mendengarkan dengan saksama dan melihat secara jeli peluang pembangunan yang bisa digiring ke Madina.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan ada enam basis utama fokus pembangunan pada 2027, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas, peningkatan produktivitas, peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis potensi daerah, penguatan daya saing daerah, serta pemulihan pascabencana.

“Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan di Kepulauan Nias guna mengurangi kesenjangan antarwilayah. Ini solusi yang harus kita lakukan, salah satunya yang akan kami lakukan di tahun 2027, di antaranya di Kepulauan Nias,” kata Bobby.

Untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut, Pemprov Sumut menetapkan tiga klaster pembangunan di Kepulauan Nias, yakni kawasan produksi, logistik, dan pariwisata.

“Untuk jalur logistik ini paling penting, kami coba membangun pergudangan logistik, cold storage atau gudang, (logistik) akan kita stok di satu titik,” kata dia.

Bobby juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan tahun 2027 merupakan fase ekspansi dari program yang telah dimulai sejak 2025, dengan harapan memberikan dampak berkelanjutan hingga 2029.

Selain sektor pembangunan fisik, Pemprov Sumut juga menggulirkan kebijakan pendidikan gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026. Program ini menyasar Kepulauan Nias dan wilayah terdampak bencana.

Untuk sektor kesehatan, Pemprov Sumut memberikan beasiswa bagi calon dokter spesialis, dengan prioritas penempatan di Kepulauan Nias. Saat ini, terdapat 18 dokter yang tengah menempuh pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai indikator pembangunan Sumut menunjukkan tren positif, meskipun pemerataan masih perlu ditingkatkan. Dia juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut yang berada di atas rata-rata nasional.

“IPM menunjukkan kualitas masyarakat di Sumut, pendidikan, kesehatan dan lain lain, IPM Sumut ini tinggi 76,47, lebih tinggi daripada angka IPM nasional, 75,90, artinya kualitas SDM Sumut relatif bagus dibanding nasional,” kata Tito. (rls)