Terendam Satu Pekan, Warga Minta Pemkab Madina Bangun Selter Evakuasi
Baswara Times, Sinunukan – Warga empat desa di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta kepada pemerintah setempat agar membangun selter evakuasi setelah sebelumnya desa mereka terendam hampir satu pekan.
Keempat desa itu adalah Bintungan Bejangkar Baru yang terendam hampir 100 persen, Air Apa, Banjar Aur Utara, dan Kampung Kapas 2. Keempat desa itu memang langganan banjir. Berdasarkan keterangan warga, banjir tahun ini yang terparah dalam 20 tahun terakhir.
Permintaan itu disampaikan Kepala Desa Bintungan Bejangkar Baru Muhammad Yusuf saat menerima kunjungan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dalam rangka penyaluran bantuan pada Kamis, 11 Desember 2025.
“Daerah kami ini rutin setahun sekali pasti banjir. Jadi, kami harapkan untuk dibangun tempat pengungsian dan kami siapkan lahannya, Bu, seluas 40 x 70,” kata dia di halaman Kantor Desa Bintungan Bejangkar Baru.
Dengan adanya selter ini, Yusuf berharap ketika banjir terjadi di masa mendatang sudah ada tempat evakuasi yang dekat dengan permukiman sehingga kondisi rumah yang ditinggalkan lebih terkontrol.
“Sehingga bisa kami koordinir dan kami pantau, Bu. Kalau di luar nanti berpecah-pecah masyarakat kami. Jadi sehingga kalau dibuatkan bangunan ini, Bu, kami bisa mengkoordinir. Itu harapan kami,” kata dia.
Wabup Atika meminta para kepala desa terdampak bencana segera membuat laporan kerusakan sehingga biaya perbaikan bisa diajukan. Dia juga mengingatkan agar di dalam dokumen itu nantinya terlampir kondisi sebelum dan sesudah banjir.
“Maka dari itu, kami meminta pak Kades secara berjenjang, Pak Camat juga buat laporannya lengkap. Tanggal kejadian, kalau bisa before-after, sebelum banjir dan setelah banjir,” sebut wakil bupati dua periode ini.
Di sisi lain, Atika menyampaikan permohonan maaf karena Pemkab Madina terlambat menyalurkan bantuan sembako karena kendala akses transportasi yang putus akibat longsor. Meski demikian, dia mengungkapkan terus memantau kondisi seluruh wilayah terdampak dengan meminta laporan para camat.
“Kami mencoba mengirimkan logistik, tapi ada 30 titik longsor antara Panyabungan dan wilayah Pantai Barat sini, terutama ke arah wilayah Pulo Padang. Nah, ini tentu menyulitkan, ada juga kejadian mati lampu, mati sinyal, yang membuat saudara-saudara kita di perantauan resah,” jelas dia.
Dalam kesempatan ini, Wabup Atika menyerahkan bantuan berupa beras 1,5 ton dan sejumlah kebutuhan lain, termasuk pampers dan pembalut untuk perempuan. Selain itu, turut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Polres Madina dan alat tulis sekolah dari PTPN 4. (Roy Dz)


