Oplus_131072
Madina

Wabup Atika Persilakan Masyarakat Manfaatkan Lahan Miliknya untuk Ketapang

Baswara Times, Panyabungan Selatan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mempersilakan masyarakat menggarap tanah miliknya yang ada di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan.

Hal itu disampaikan Atika saat mengikuti acara panen bawang merah di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Selatan, pada Kamis, 6 November 2025. Dia pun memastikan tidak akan menarik sewa dari penggunaan lahan tersebut.

“Tadi juga saya sampaikan, saya ada sedikit lahan, cocok lokasinya untuk tanam bawang. Jadi silakan dipergunakan untuk tanam bawang. Saya tidak menarik apapun, sewa segala macam tidak. Silakan dipakai daripada semak belukar,” kata wakil bupati.

Atika menjelaskan, munculnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan berpengaruh terhadap kenaikan harga, utamanya sayur-mayur dan termasuk bawang. Maka dari itu, dia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman muda.

“Mari kita melek melihat kondisi ekonomi kita hari ini. Terutama di bidang pangan. Kita punya anugerah diberikan tanah yang cukup luas, tanah yang cukup subur. Setidaknya untuk konsumsi rumah tangga kita, mari kita berkebun di pekarangan rumah masing-masing,” harap dia.

Atika mengaku dia juga memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar rumah dinas wakil bupati dengan menanam jagung. “Meskipun hasilnya masih cukup untuk konsumsi sendiri, setidaknya lahan itu bermanfaat, ini yang kita mau juga dilakukan masyarakat,” ujar dia.

Wakil bupati dua periode itu pun mengapresiasi petani di kecamatan tersebut yang berhasil membudidayakan bawang. Menurut dia, ini merupakan peluang besar dengan pasar terbuka mengingat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Untuk pemasaran, tentu ini kita harus melihat peluang SPPG, ya. SPPG, siapapun yang masak hampir dipastikan pakai bawang. Jadi SPPG ini nanti coba kami dudukkan melalui satgas, mengimbau untuk menggunakan bahan produk yang diproduksi lokal,” tegas dia.

Sebelumnya, Risal, salah satu petani bawang di Kecamatan Panyabungan Selatan menuturkan dalam satu tahun dia bisa empat kali panen. Untuk satu kali tanam memakan waktu sekitar 53 hari sebelum masuk masa panen.

Sementara itu, peluang ekonominya cukup bagus karena bibit yang ditanam rata-rata menghasilkan 10 kalo lipat pada masa panen. “Kalau per pantak (sekitar 17×17 meter) bibitnya 25 kilo, panen sekitar 250 kilo, jadi satu banding 10,” kata Risal.

Dia mengungkapkan, bibit yang mereka tanam saat ini berasal dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Untuk penyesuian cuaca dan kelembaban udara, bibit yang dibeli petani umumnya dibiarkan selama satu bulan sebelum ditanam.

Risal menjelaskan, kendala yang mereka hadapi saat ini adalah pemasaran. Dia pun berharap Pemkab Madina membuka jalan atau ruang-ruang pemasaran baru bagi para petani. Terlebih, saat ini sudah ada sekitar enam hektare lahan perkebunan bawang di Kecamatan Panyabungan Selatan.

Plt. Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga mengatakan petani tersebut baru diberikan pendampingan belakangan ini. Dia berharap dengan adanya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang hadir, hasil panen masyarakat bisa meningkat. (Roy Dz)