Warga Batahan Terisolasi 4 Hari, Jalan Terjal Persulit Pembersihan Material
Baswara Times, Panyabungan – Warga Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memasuki hari keempat terisolasi setelah jalan penghubung ke desa lain tak bisa dilalui karena tertimbun material longsor sejak Selasa, 25 November 2025.
Kepala Desa Muhamad Suhaimi Dalimunthe menjelaskan longsor terjadi pada Selasa pekan ini sekitar pukul 10.00 WIB dan sampai saat ini belum ada pengangkutan material oleh otoritas setempat.
Dalam kondisi terisolasi seperti itu, lanjut Suhaimi, ketersediaan sembako kian menipis. Di sisi lain, debit Aek Batahan terus meningkat dan potensi longsor yang bisa sewaktu-waktu terjadi mengancam warga.
“Kami minta Pemkab Madina menurunkan alat berat untuk mengangkat material longsor di jalan Batahan ini. Saat ini, warga saya sebanyak 82 KK sudah tiga hari terkurung di desa karena tidak ada akses kendaraan yang bisa masuk,” kata dia pada Kamis, 27 November 2025.
Suhaimi menjelaskan titik longsor berada di Adian Borgang dengan panjang badan tertimbun material sekitar 20 meter dan ketinggian mencapai tiga meter. Bukan hanya itu, persawahan warga seluas 16 hektare pun sudah terendam banjir dan kemungkinan besar tak bisa dipanen.
Camat Kotanopan Muslih Lubis mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Pemkab Madina. Dia menjelaskan, keberadaan alat berat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi kendala terlambatnya pembersihan material.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengaku telah mendapat informasi terkait kondisi ini. Dia mengatakan proses pembersihan material rencananya dilakukan hari ini. “Rencana besok. Tadi sudah dapat informasi, laporan ke saya, sudah diberitahu kepada kasatgas di Pusdalops untuk besok bisa dikirim alat,” kata dia usai meninjau warga di pengungsian SDN 037 Tanggabosi pada Kamis kemarin.
Sementara itu, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menjelaskan salah satu kendala terlambatnya pembersihan material di Batahan karena jalan terjal menuju lokasi. “Memang terkendala yang mengangkut alatnya ke atas, ya. Trado-nya tidak bisa naik,” kata dia.
Atika menjelaskan, butuh alat berat untuk membersihkan material yang menimpa badan jalan. “Harus alat berat. Alat berat diangkut trado,” sebut dia.
Untuk diketahui, bantuan logistik tak bisa disalurkan ke sejumlah wilayah di Madina, khususnya wilayah barat. Hal ini disebabkan akses transportasi darat terputus karena banjir dan longsor yang terjadi di sepanjang jalur Panyabungan-Natal. (Roy Dz)


